Cegah Perilaku Berisiko Sejak Dini, PGSD Unesa Integrasikan Pilar SDGs dalam Peran Calon Guru SD
pgsd.fip.unesa.ac.id – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan webinar edukatif bertajuk "Membangun Generasi Unggul: Peran Mahasiswa PGSD dalam Pencegahan Perilaku Berisiko". Kegiatan ini secara khusus menyoroti kontribusi nyata calon pendidik dalam mewujudkan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utama diskusi diarahkan pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) sebagai pondasi utama dalam memproteksi siswa sekolah dasar dari berbagai ancaman perilaku negatif di era digital. (11/04/2026)
Dalam sesi materi, dr. Hedya Nadhrati Surura, M.Biomed, selaku praktisi kesehatan mental, menjelaskan bahwa pencegahan perilaku berisiko adalah implementasi langsung dari target SDGs untuk menjamin kesehatan mental masyarakat. Mahasiswa PGSD, sebagai calon guru, memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung kesejahteraan psikologis anak guna menekan angka gangguan perilaku sejak dini. Hal ini dianggap krusial karena kesehatan mental yang stabil pada anak merupakan indikator keberhasilan dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Moderator diskusi, Dr. Pradina Parameswari, M.Pd, yang juga merupakan dosen PGSD Unesa, menegaskan bahwa kualitas pendidikan (SDG 4) tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam memberikan perlindungan sosial. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa peran guru bukan sekadar pengajar, melainkan benteng pertahanan pertama dalam mengedukasi siswa mengenai bahaya perilaku menyimpang. Integrasi nilai-nilai SDGs ke dalam kurikulum pendidikan dasar diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki literasi kesehatan dan ketahanan mental yang tinggi.
Selain itu, keterkaitan antara pendidikan berkualitas dan kesehatan juga ditekankan sebagai upaya memutus rantai perilaku berisiko yang seringkali berakar dari kurangnya pemahaman di lingkungan sekolah. Melalui webinar ini, mahasiswa dibekali kemampuan untuk merancang strategi pembelajaran yang inklusif dan preventif terhadap bullying, kecanduan gadget, hingga isu kesehatan reproduksi dasar. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter yang unggul sesuai parameter pembangunan berkelanjutan.
Webinar yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan live streaming YouTube ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengawal isu SDGs di lingkup sekolah dasar. Para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan wawasan ini dalam praktik mengajar, sehingga peran mahasiswa PGSD Unesa benar-benar berdampak pada pencapaian target pembangunan nasional di tahun 2030. Sinergi antara pemahaman medis dan pedagogis ini menjadi langkah strategis Unesa dalam mencetak tenaga pendidik yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat luas.
Penulis: Mutia Syafa Yunita