Dosen PGSD FIP Unesa Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di Blitar, Dorong Guru SD Berinovasi melalui Deep Learning dan AI
Blitar – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut berlangsung di SMAN 1 Talun, Kabupaten Blitar, pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran Sekolah Dasar melalui Deep Learning, Artificial Intelligence, dan Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Guru Inovatif dari Pembelajaran Sepanjang Hayat.” Kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru sekolah dasar di Kabupaten Blitar untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital.
Guru SD Kabupaten Blitar Ikuti Kegiatan Secara Interaktif
Kegiatan PkM diikuti oleh guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Blitar. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan memperdalam berbagai aspek pembelajaran yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dasar.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya dilakukan dalam satu kelas besar. Peserta dibagi ke dalam 12 kelas yang didampingi oleh dosen PGSD berdasarkan rumpun keilmuan. Pembagian tersebut memungkinkan proses pembelajaran dan diskusi berlangsung lebih terarah sesuai dengan bidang yang dibahas.
Melalui sistem tersebut, para guru dapat berinteraksi secara lebih intensif dengan dosen serta mendiskusikan berbagai persoalan pembelajaran yang mereka hadapi di sekolah.
Membawa Deep Learning dan Artificial Intelligence ke Pembelajaran SD
Salah satu fokus utama kegiatan adalah pengenalan dan pemahaman mengenai deep learning dalam pembelajaran. Konsep tersebut diarahkan untuk mendorong pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam, berpikir kritis, serta mampu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi bagian penting dalam transformasi pembelajaran. Guru didorong untuk memahami peluang pemanfaatan AI secara bijak sebagai teknologi pendukung pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan tidak menggantikan peran guru, melainkan membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kearifan Lokal Jadi Bagian dari Inovasi Pembelajaran
Selain deep learning dan AI, kegiatan juga menempatkan kearifan lokal sebagai salah satu unsur penting dalam transformasi pembelajaran sekolah dasar.
Kearifan lokal dapat menjadi sumber belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Guru dapat mengembangkan materi dan aktivitas pembelajaran dengan mengangkat budaya, lingkungan, tradisi, maupun potensi daerah setempat.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual sekaligus membantu peserta didik mengenal dan menghargai lingkungan serta budaya di sekitarnya.
Mewujudkan Guru sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat
Tema kegiatan juga menekankan pentingnya membangun karakter guru inovatif dan pembelajar sepanjang hayat. Perubahan teknologi dan kebutuhan peserta didik yang terus berkembang membuat guru perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
Melalui kegiatan PkM ini, dosen PGSD FIP Unesa tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan para guru SD di Kabupaten Blitar.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru di lapangan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembelajaran sekolah dasar yang lebih inovatif, adaptif, dan bermakna.
Dengan adanya kegiatan tersebut, transformasi pembelajaran di sekolah dasar diharapkan tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi semata, tetapi mampu menggabungkan deep learning, artificial intelligence, dan kearifan lokal untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi peserta didik.
Penulis : Daffa Nanda Prasetya