Keseruan Hari Kedua KMD PGSD Unesa: Dari Jelajah Alam Susur Sungai hingga Renungan Malam yang Syahdu
Rangkaian kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang digelar oleh Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memasuki hari kedua. Bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Mojokerto, seluruh peserta mengawali hari dengan penuh energi melalui senam pagi bersama untuk membakar semangat sebelum menghadapi serangkaian tantangan fisik dan mental.
Setelah senam pagi, aktivitas peserta dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan pembagian ruang, yaitu Ruang Ganjil dan Ruang Genap.
Sejak pagi hingga siang hari, peserta dari Ruang Genap langsung terjun ke alam terbuka untuk melakukan penjelajahan yang penuh tantangan. Perjalanan mereka dimulai dengan menguji ketajaman berpikir di pos pertama untuk memecahkan kode-kode sandi morse. Memasuki pos kedua, peserta dituntut tangkas dalam mengaplikasikan sandi kotak sekaligus mempraktikkan keterampilan tali-temali untuk membuat ikatan yang kokoh. Tantangan kepramukaan berlanjut di pos ketiga, di mana ketepatan komunikasi mereka diuji menggunakan kibaran bendera semaphore. Tidak hanya ketangkasan fisik dan kerja sama, aspek mental dan spiritual peserta juga diuji di pos keempat melalui hafalan dan pelafalan Tri Satya serta Dasa Darma Pramuka. Puncak petualangan mereka ditutup dengan aksi memacu adrenalin, di mana seluruh peserta harus basah-basahan menyusuri aliran sungai kecil yang jernih untuk bisa mencapai pos kelima sebagai titik akhir penjelajahan.
Sementara Ruang Genap berpetualang di alam, peserta Ruang Ganjil menetap di area perkemahan untuk menerima materi pembekalan. Mereka fokus pada praktik pembuatan pioneering (bangunan darurat menggunakan tongkat dan tali) serta latihan tata cara upacara Pramuka, mulai dari tingkatan Siaga hingga Penggalang.
Memasuki waktu zuhur, seluruh peserta menghentikan aktivitas untuk istirahat, solat, dan makan (isoma). Usai memulihkan tenaga, kedua kelompok bertukar peran. Giliran Ruang Ganjil yang menantang diri dalam penjelajahan alam dan susur sungai, sedangkan Ruang Genap berganti menerima materi pioneering serta latihan upacara hingga sore menjelang magrib.
Setelah beristirahat sejenak untuk membersihkan diri dan makan malam, kegiatan berlanjut ke agenda malam yang dinantikan. Suasana hangat menyelimuti perkemahan saat perwakilan dari Ruang Ganjil menampilkan berbagai kreativitas dalam pentas seni.
Sebagai penutup hari kedua yang panjang dan produktif, Ruang Genap memimpin jalannya renungan malam. Di bawah langit malam, seluruh peserta diajak merefleksikan kembali komitmen mereka sebagai calon pembina Pramuka melalui pembacaan ulang Tri Satya secara khidmat. Kegiatan ini sukses membangun kedekatan emosional dan memperkuat mentalitas kepanduan para mahasiswa PGSD Unesa sebelum melanjutkan agenda di hari berikutnya.