Kolaborasi PGSD UNESA dan PGSD UPY: Siapkan Calon Guru Inovatif Abad 21 Melalui Praktik Baik Pembelajaran di Sekolah Dasar
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses menggelar agenda Seminar Bersama hasil kolaborasi strategis dengan Program Studi PGSD Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Acara yang berlangsung pada Selasa (14/07/2026) ini mengusung tema besar yang sangat relevan dengan dinamika zaman, yaitu "Menyiapkan Calon Guru Inovatif Melalui Praktik Baik Pembelajaran Abad 21 di Sekolah Dasar". Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan secara tatap muka bertempat di Ruang Seminar Gedung O5 Lantai 3 FIP UNESA mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Seminar kolaboratif ini dibuka dengan serangkaian sambutan hangat dari jajaran pimpinan kedua universitas. Mengawali sesi sambutan, Dekan FIP UNESA, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya kolaborasi akademik ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi dalam melahirkan inovasi pedagogis yang adaptif terhadap tuntutan Abad 21 demi meningkatkan mutu serta daya saing pendidikan dasar di Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi PGSD UPY, Dr. Rina Dyah Rahmawati, S.Si., M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya atas kemitraan yang terjalin erat dengan PGSD UNESA. Beliau berharap agar jalinan kerja sama ini tidak hanya berhenti pada forum ilmiah ini saja, melainkan dapat terus berlanjut ke dalam program-program implementatif lainnya seperti pertukaran mahasiswa, team teaching, maupun riset kolaboratif.
Menutup sesi pembuka, Ketua Program Studi PGSD UNESA, Dr. Putri Rachmadyanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi dari UPY dan menegaskan komitmen prodi untuk senantiasa mewadahi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional guru masa depan yang kreatif, kritis, dan berkarakter mulia.
Sesi inti seminar menghadirkan dua pakar pendidikan dasar sebagai narasumber utama yang mengupas tuntas strategi pembelajaran modern dari sudut pandang yang komprehensif. Pemaparan materi pertama disampaikan oleh dosen ahli dari PGSD UNESA, Dr. Rifqi Risnadyatul Hudha, S.Pd., M.Pd., dengan topik bertajuk "Menjadi Guru Inovatif Abad 21". Dalam paparannya, beliau menggarisbawahi bahwa profil guru masa kini tidak boleh hanya berfokus pada aspek transfer pengetahuan konvensional di kelas saja. Guru Abad 21 harus memiliki jiwa adaptif dan mampu menangkap peluang di luar batas ruang kelas, seperti mengembangkan potensi edupreneurship (wirausaha bidang pendidikan) serta aktif menjadi content creator edukasi yang positif di berbagai platform digital. Hal ini krusial untuk membangun kemandirian lulusan sekaligus mendekatkan media belajar dengan karakteristik generasi alfa yang digital native.
Selanjutnya, sesi kedua dilanjutkan oleh narasumber dari kompeten PGSD UPY, Dr. Danuri, S.Pd.Si., M.Pd., yang menyampaikan materi mendalam bertajuk "Guru SD Inovatif di Abad ke-21: Tinjauan SD Inklusif". Dr. Danuri membedah bagaimana implementasi praktik baik pembelajaran inovatif harus diterapkan secara merata dan berkeadilan bagi seluruh anak didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Menurutnya, guru SD yang inovatif wajib menguasai diferensiasi pembelajaran, modifikasi kurikulum, serta pemanfaatan teknologi asistif agar atmosfer belajar yang ramah anak, setara, dan tanpa diskriminasi dapat terwujud seutuhnya.
Acara berjalan sangat interaktif dengan antusiasme yang luar biasa dari para peserta seminar yang didominasi oleh kalangan mahasiswa calon guru serta praktisi pendidikan. Melalui diskusi hangat dan sesi tanya jawab, banyak perspektif baru yang lahir guna memperkaya kesiapan teoretis dan praktis calon pendidik dasar dalam menyongsong era Society 5.0.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen PGSD UNESA dan PGSD UPY dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada Pilar Pendidikan Bermutu (SDGs Nomor 4) untuk menjamin pendidikan inklusif dan merata, serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDGs Nomor 17) guna memperkuat kemitraan antarinstansi demi kemajuan pendidikan nasional.