Membangun Generasi Edupreneur: PGSD UNESA Integrasikan Semangat SDGs dalam Kewirausahaan Calon Guru
pgsd.fip.unesa.ac.id – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses menggelar Seminar Kewirausahaan bertajuk "Membangun Jiwa Edupreneur: Peluang Wirausaha Kreatif bagi Calon Guru Sekolah Dasar". Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (08/04/2026) di Auditorium O2 FIP UNESA ini tidak hanya sekedar membahas strategi bisnis, tetapi juga menekankan pentingnya kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utama seminar ini adalah menyelaraskan kemandirian ekonomi mahasiswa dengan upaya pencapaian pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Seminar ini menghadirkan Ryan Ariffianto, seorang konten kreator dan pemilik Dapoer Enti, yang memaparkan bagaimana kreativitas digital dapat mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Ryan menekankan bahwa di era transformasi digital, calon guru harus mampu menciptakan peluang kerja baru yang inovatif, bukan hanya menjadi pencari kerja. Dengan memanfaatkan platform media sosial secara bijak, mahasiswa dapat membangun ekosistem bisnis kreatif yang berpotensi meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar mereka melalui pemberdayaan ekonomi lokal.
Pembicara kedua, Mochammad Miftachul Huda, S.Pd., M.Pd., yang merupakan alumni PGSD UNESA sekaligus dosen dan pengusaha kuliner, mengaitkan peran guru dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Ia menjelaskan bahwa konsep edupreneurship memungkinkan guru untuk mengembangkan media pembelajaran atau jasa pendidikan yang lebih variatif dan terjangkau. Menurutnya, seorang guru yang memiliki kemandirian finansial dan jiwa wirausaha akan lebih leluasa dalam berinovasi tanpa hambatan keterbatasan fasilitas, sehingga kualitas pengajaran di sekolah dasar dapat terus ditingkatkan secara mandiri.
Antusiasme peserta terlihat saat diskusi mengenai cara mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap lini usaha yang dibangun. Mahasiswa didorong untuk memikirkan dampak sosial dari bisnis mereka, sejalan dengan prinsip SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), seperti penggunaan bahan ramah lingkungan dalam produk kreatif. Panitia berharap seminar ini menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk melihat profesi guru bukan sebagai batasan, melainkan sebagai wadah kolaborasi untuk menciptakan solusi atas tantangan global melalui pendekatan kewirausahaan yang beretika.
Langkah strategis ini menjadi tonggak penting bagi PGSD UNESA dalam melahirkan pendidik yang tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga peka terhadap isu global pembangunan berkelanjutan. Antusiasme yang membara di Auditorium O2 membuktikan bahwa calon guru masa depan siap menjadi agen perubahan yang kreatif, inovatif, tangguh dan adaptif. Melalui semangat edupreneurship yang selaras dengan misi SDGs, lulusan PGSD UNESA diharapkan mampu membawa perubahan signifikan, baik dalam dunia pendidikan maupun dalam penguatan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Penulis: Mutia Syafa Yunita