Memperkuat Jati Diri Bangsa Melalui Harmoni: Gema Kampus Seri 7 Sukses Digelar di UNESA
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya dan mempererat rasa nasionalisme melalui gelaran Gema Kampus Seri 7. Konser musik bertajuk "Mengenal Diri, Mengenal Indonesia" ini berlangsung meriah pada tanggal 9 Mei 2026, bertempat di Lapangan Rektorat UNESA.
Acara ini bukan sekadar hiburan musik biasa, melainkan sebuah manifestasi edukatif bagi civitas akademika dan masyarakat luas untuk kembali menyelami kekayaan identitas bangsa ditengah era globalisasi.
Panggung Gema Kampus kali ini menghadirkan deretan maestro dan musisi papan atas Indonesia yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap seni tanah air. Penampilan panggung utama Gema Kampus Seri 7 menyuguhkan pemandangan artistik dengan sorot lampu yang megah, menampilkan kolaborasi apik antara musisi legendaris dan talenta muda berbakat. Di satu sisi, penonton disuguhkan dengan kepiawaian Dwiki Dharmawan dalam memainkan tuts piano yang dipadukan dengan vokal melengking khas Ita Purnamasari, menciptakan atmosfer musik yang elegan. Suasana berganti menjadi penuh energi saat Slank dan Once Mekel menghentak panggung dengan distorsi gitar, sementara Shanna Shannon hadir membawa keteduhan melalui suara beningnya yang penuh penghayatan saat melantunkan lagu-lagu bernuansa patriotik.
Keberagaman budaya semakin kental dengan penampilan Endah Laras yang jenaka namun memukau saat memetik ukulele dengan cengkok Jawa yang khas, bersanding dengan gaya panggung Joko Porong yang eksentrik dan komunikatif. Tak kalah memukau, sajian audio-visual dari Alffy Rev dan Novia Bachmid menghadirkan perpaduan instrumen elektronik modern, sedangkan penampilan Ki Ageng Ganjur bersama Ngatawi Al-Zastrouw memberikan sentuhan kultural melalui iringan gamelan yang ritmis dan sarat akan makna filosofis.
Sesuai dengan temanya, kegiatan ini mengemban misi edukasi karakter. Bagi mahasiswa, khususnya calon pendidik, acara ini menjadi laboratorium visual untuk memahami bagaimana seni dapat menjadi media pembelajaran yang efektif. Melalui lirik dan aransemen yang dibawakan, audiens diajak untuk melakukan refleksi diri mengenai peran mereka dalam memajukan Indonesia menuju usia ke-100 tahun pada 2045 mendatang.
Musik dalam konteks Gema Kampus dipandang sebagai instrumen untuk membangun soft skills, seperti apresiasi terhadap perbedaan, kreativitas, dan penguatan literasi budaya. Hal ini sejalan dengan upaya pengembangan karakter mahasiswa yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa melupakan akar budaya bangsa.
Kesuksesan acara ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk mitra perbankan (BRI, BSI), Pertamina, dan SMI, yang menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara dunia pendidikan, industri, dan sektor kreatif.
Dengan berakhirnya Gema Kampus Seri 7, diharapkan semangat "Satu Langkah di Depan" yang menjadi jargon UNESA terus berkobar dalam sanubari setiap individu, mendorong lahirnya karya-karya inovatif yang tetap berpijak pada nilai-nilai keindonesiaan.