Dampak Gaming pada Keterampilan Kognitif: Mana yang Mitos, Mana yang Fakta?
pgsd.fip.unesa.ac.id Perdebatan tentang dampak permainan digital terhadap kemampuan berpikir mahasiswa masih menjadi topik yang sering dibicarakan. Banyak pihak menilai gaming hanya membuang waktu dan menyebabkan kecanduan. Namun, sebagian lainnya melihat bahwa gaming dapat memberikan manfaat kognitif jika dilakukan secara tepat. Perbedaan sudut pandang ini muncul karena setiap jenis permainan memiliki tujuan dan efek yang berbeda. Beberapa riset menunjukkan bahwa game strategi dan puzzle dapat melatih kemampuan memecahkan masalah. Sementara itu, game aksi diyakini dapat meningkatkan refleks dan koordinasi mata-tangan. Fenomena inilah yang membuat diskusi mengenai dampak gaming menjadi penting dipahami secara objektif. Informasi yang tidak seimbang dapat menimbulkan persepsi keliru di kalangan mahasiswa.
Banyak mahasiswa menganggap
bermain game adalah cara untuk melepaskan stres setelah melalui rutinitas
akademik yang melelahkan. Aktivitas ini memberikan hiburan yang membantu
menyegarkan pikiran dan meningkatkan suasana hati. Kondisi mental yang lebih positif
seringkali membuat mahasiswa lebih siap untuk kembali belajar. Gaming juga
melatih fokus dan konsentrasi karena pemain harus mengambil keputusan cepat
dalam situasi tertentu. Selain itu, beberapa game dirancang dengan unsur
edukatif yang mendorong kemampuan berpikir logis dan manajemen strategi. Efek
positif ini menunjukkan bahwa gaming tidak selalu membawa dampak negatif.
Dengan pengaturan waktu yang tepat, permainan digital dapat menjadi aktivitas
rekreasi yang bermanfaat. Namun, manfaat tersebut hanya terasa ketika dilakukan
dalam batas wajar.
Di sisi lain, dampak negatif game
tetap perlu diperhatikan jika dimainkan secara berlebihan. Kebiasaan bermain
tanpa kontrol waktu dapat mengganggu jadwal belajar dan kualitas tidur. Kondisi
tersebut dapat menurunkan kemampuan fokus dan menghambat prestasi akademik.
Beberapa mahasiswa juga mengalami penurunan interaksi sosial karena terlalu
banyak menghabiskan waktu di depan layar. Aktivitas fisik yang kurang dapat
memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Selain itu, game kompetitif
dapat menimbulkan frustrasi dan emosi negatif jika tidak dikelola dengan baik.
Ketergantungan pada permainan digital dapat menyebabkan sulit menghentikan
kebiasaan tersebut. Dampak ini menjadi peringatan bagi mahasiswa untuk menjaga
keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab akademik.
Untuk memperoleh manfaat positif
dari gaming, pengaturan durasi bermain menjadi langkah penting. Banyak
mahasiswa menerapkan sistem reward diri, yaitu bermain game hanya setelah
menyelesaikan tugas akademik. Strategi ini membantu menjaga jadwal tetap seimbang
dan menghindari kecanduan. Pemilihan jenis game juga menentukan pengaruh
terhadap kemampuan kognitif. Game berbasis strategi, simulasi, dan puzzle
dianggap lebih bermanfaat dibandingkan permainan tanpa tujuan jelas. Aktivitas
gaming juga bisa menjadi sarana memperkuat bonding dalam komunitas sosial.
Diskusi dan kerja sama tim dalam game multipemain melatih kemampuan komunikasi
dan kolaborasi. Hal ini membuktikan bahwa gaming dapat menjadi aktivitas sosial
yang positif jika diarahkan dengan tepat.
Kesimpulannya, dampak permainan
digital terhadap keterampilan kognitif tidak dapat dinilai secara hitam-putih.
Gaming dapat bermanfaat jika dilakukan secara seimbang dan pada jenis permainan
yang mendukung perkembangan kemampuan berpikir. Di sisi lain, bermain
berlebihan dapat memicu masalah serius pada kesehatan mental, fisik, dan
akademik. Setiap mahasiswa perlu memahami batasan diri mereka dalam mengatur
waktu bermain. Pengelolaan yang bijak menjadi kunci agar gaming tetap menjadi
aktivitas produktif dan menyenangkan. Pemahaman objektif akan membantu
mengurangi penyebaran mitos negatif yang tidak berdasar. Dengan pendekatan yang
tepat, permainan digital dapat mendukung proses belajar dan perkembangan
kemampuan kognitif. Sebuah keseimbangan sehat merupakan bentuk kedewasaan dalam
memanfaatkan teknologi.
Penulis: Mutia Syafa
Foto: Google