Integrasi STEM dalam Pembelajaran Mitigasi Bencana di Sekolah Dasar
Kata kunci: STEM mitigasi bencana SD
pgsd.fip.unesa.ac.id - Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) semakin relevan diterapkan dalam pembelajaran mitigasi bencana di sekolah dasar. Melalui STEM, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memecahkan masalah nyata melalui proyek dan eksperimen. Konsep mitigasi bencana menjadi lebih kontekstual dan menantang.
Dalam aspek sains, siswa mempelajari penyebab terjadinya bencana seperti gempa, tsunami, dan letusan gunung api. Mereka memahami fenomena alam secara ilmiah. Pada aspek teknologi, siswa dapat memanfaatkan media digital, seperti simulasi sederhana atau video edukasi, untuk memperdalam pemahaman.
Engineering diterapkan melalui kegiatan merancang bangunan tahan gempa dari bahan sederhana seperti sedotan, kardus, atau stik es krim. Siswa diuji kreativitas dan logikanya dalam merancang struktur yang kuat. Sedangkan matematika digunakan untuk mengukur, menghitung tinggi bangunan, atau membandingkan kekuatan desain.
Pembelajaran berbasis STEM menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Siswa terbiasa mencoba, gagal, dan memperbaiki rancangan. Proses ini menanamkan pola pikir ilmiah.
Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan. Proyek dilakukan secara berkelompok, sehingga melatih kerja sama dan komunikasi.
Dengan pendekatan STEM, siswa tidak hanya memahami bencana, tetapi juga belajar menjadi problem solver. Mereka belajar bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk melindungi manusia dari risiko bencana.