AI dalam Dunia Pendidikan: Ancaman atau Peluang bagi Mahasiswa?
pgsd.fip.unesa.ac.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin terasa dalam dunia pendidikan. Kehadiran berbagai aplikasi berbasis AI telah mengubah cara mahasiswa belajar, mengerjakan tugas, hingga mengakses informasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah AI menjadi ancaman atau justru peluang bagi mahasiswa di era digital.
Di satu sisi, pemanfaatan AI memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa. Berbagai platform pembelajaran berbasis AI mampu membantu memahami materi yang kompleks, memberikan umpan balik secara cepat, serta mendukung pembelajaran yang lebih personal. Dengan penggunaan yang tepat, AI dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk meningkatkan kualitas belajar mahasiswa.
Namun demikian, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan etika dan akademik. Ketergantungan berlebihan terhadap teknologi dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kemandirian mahasiswa. Selain itu, penyalahgunaan AI dalam penyelesaian tugas akademik berpotensi melanggar prinsip kejujuran dan integritas akademik yang harus dijunjung tinggi di lingkungan kampus.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali pemahaman yang baik mengenai penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Kampus memiliki peran penting dalam memberikan literasi AI, termasuk pemahaman tentang batasan, etika, serta potensi pemanfaatannya dalam pembelajaran dan penelitian. Pendekatan ini akan membantu mahasiswa memanfaatkan AI sebagai sarana pengembangan diri, bukan sebagai pengganti proses berpikir.
Dengan pengelolaan yang tepat, AI dapat menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing. Mahasiswa yang mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan kemampuan analitis dan nilai-nilai akademik akan lebih siap menghadapi tantangan dunia pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google