Aksi Penanaman Mangrove oleh Pelajar
Aksi penanaman mangrove oleh pelajar menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian ekosistem pesisir. Kegiatan ini dilakukan di wilayah pantai yang mengalami abrasi untuk membantu menjaga kestabilan garis pantai. Pelajar dilibatkan secara langsung mulai dari proses pembibitan hingga penanaman mangrove di lokasi yang telah ditentukan. Guru dan relawan lingkungan memberikan pengarahan tentang pentingnya mangrove sebagai habitat biota laut dan pelindung alami dari erosi. Dengan cara ini, peserta didik belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas orang dewasa, tetapi juga tanggung jawab semua generasi. Aktivitas ini menumbuhkan rasa cinta terhadap alam sekaligus memperkenalkan ilmu ekologi secara praktis. Para pelajar juga mencatat data pertumbuhan bibit sebagai bagian dari pembelajaran sains. Selain itu, kegiatan ini memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kerja sama. Aksi ini menjadi pengalaman berharga yang menggabungkan edukasi, aksi sosial, dan rekreasi lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan penanaman mangrove dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Setiap kelompok pelajar bertanggung jawab terhadap area tanam tertentu untuk memastikan bibit tumbuh dengan baik. Guru memantau perkembangan bibit serta mengajarkan cara merawat tanaman di lingkungan pantai. Selain menanam, siswa juga belajar mengenali jenis-jenis mangrove dan manfaat ekologisnya. Melalui observasi lapangan, mereka memahami keterkaitan antara keanekaragaman hayati dan keseimbangan alam. Dokumentasi kegiatan dibuat untuk laporan pembelajaran tematik IPA. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas lokal yang membantu memberikan pengalaman langsung tentang konservasi. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di alam terbuka yang kaya makna.
Aksi penanaman mangrove menjadi simbol bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai agen pelestarian lingkungan dan penjaga masa depan bumi.