Apa bahasa portugis akan dimasukkan kurikulum merdeka?
pgsd.fip.unesa.ac.id,
Surabaya - Apa bahasa portugis akan dimasukkan kurikulum merdeka?Dunia
pendidikan Indonesia baru-baru ini diramaikan dengan sebuah wacana kebijakan
yang signifikan dan cukup mengejutkan. Sebuah arahan datang langsung dari
Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2025, yang meminta agar Bahasa Portugis
dikaji untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dan bahkan perguruan tinggi
di Indonesia. Ini bukanlah sekadar rumor, melainkan sebuah inisiatif kebijakan
yang kini sedang ditindaklanjuti dan dikaji secara serius oleh Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Latar
belakang dari usulan ini sangat jelas berakar pada diplomasi dan penguatan
hubungan bilateral. Presiden Prabowo secara terbuka menyatakan bahwa langkah
ini bertujuan untuk mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Brasil,
dua negara besar yang dipandang memiliki peranan penting di kawasan masing-masing.
Pengajaran bahasa dipandang sebagai salah satu jembatan fundamental untuk
memperkuat diplomasi, membuka peluang kerja sama ekonomi, pertukaran budaya,
dan kolaborasi teknologi di masa depan.
Namun,
pertanyaan yang segera muncul di tengah masyarakat, terutama para orang tua,
adalah apakah ini berarti siswa Sekolah Dasar (SD) akan segera diwajibkan
belajar Bahasa Portugis? Untuk saat ini, jawabannya adalah belum. Arahan
Presiden masih bersifat umum, yakni "kurikulum sekolah".
Kemendikdasmen kini memiliki tugas besar untuk mengkaji secara mendalam di
jenjang mana bahasa ini paling efektif dan relevan untuk diajarkan. Belum ada
keputusan final apakah bahasa ini akan menjadi mata pelajaran pilihan (elektif)
atau wajib, dan apakah akan dimulai dari jenjang SMA, SMP, atau memang akan
diperkenalkan sejak SD.
Saat ini,
fokus utama kurikulum nasional untuk bahasa asing di jenjang pendidikan dasar,
khususnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka, masih tertuju pada Bahasa
Inggris sebagai mata pelajaran pilihan. Pengenalan Bahasa Portugis secara masif
tentu akan menjadi langkah besar yang membutuhkan persiapan matang, terutama
dalam hal ketersediaan guru yang kompeten dan pengembangan materi ajar yang
sesuai.
Oleh karena
itu, wacana pengajaran Bahasa Portugis ini lebih dari sekadar isu penambahan
mata pelajaran baru. Ini adalah sebuah langkah strategis yang mengawinkan dunia
pendidikan dengan kepentingan diplomasi nasional. Meskipun siswa SD belum akan
membuka buku pelajaran Bahasa Portugis dalam waktu dekat, ini adalah sebuah
rencana serius yang sedang bergulir. Publik kini menantikan bagaimana Kemendikdasmen
akan menerjemahkan arahan ini menjadi sebuah kebijakan kurikulum yang konkret
dan implementatif untuk masa depan.
Penulis : Geraldi Akhsani Taqwim