Belajar Sambil Bermain Bantu Pemahaman Lebih Optimal
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Belajar sambil bermain semakin dipandang sebagai pendekatan efektif untuk membantu pemahaman peserta didik secara lebih optimal. Metode ini memadukan unsur kesenangan dengan tujuan pembelajaran sehingga materi terasa lebih mudah diterima. Aktivitas bermain memberi ruang bagi peserta didik untuk terlibat aktif tanpa tekanan berlebihan. Situasi belajar yang menyenangkan terbukti mampu meningkatkan fokus dan perhatian. Ketika suasana positif tercipta, proses penyerapan informasi berlangsung lebih alami. Pendekatan ini juga mendorong rasa ingin tahu yang tinggi. Peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengalami langsung proses belajar. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkesan.
Penerapan belajar sambil bermain dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana yang relevan dengan materi. Permainan edukatif, simulasi, dan kegiatan kelompok menjadi contoh yang sering digunakan. Aktivitas tersebut membantu peserta didik memahami konsep abstrak secara konkret. Selain itu, interaksi antar peserta didik meningkat melalui kerja sama dan diskusi ringan. Proses ini melatih kemampuan komunikasi secara tidak langsung. Peserta didik juga belajar menyampaikan pendapat dengan percaya diri. Kesalahan yang terjadi saat bermain dipandang sebagai bagian dari proses, bukan kegagalan. Hal ini membuat peserta didik lebih berani mencoba dan bereksplorasi.
Dari sisi kognitif, belajar sambil bermain membantu memperkuat daya ingat dan pemahaman konsep. Informasi yang diperoleh melalui pengalaman langsung cenderung lebih lama tersimpan. Permainan yang dirancang dengan tujuan pembelajaran dapat merangsang kemampuan berpikir logis. Selain itu, peserta didik dilatih untuk memecahkan masalah secara kreatif. Kegiatan bermain juga melibatkan emosi positif yang mendukung proses belajar. Emosi positif diketahui berperan penting dalam pembentukan ingatan. Dengan suasana yang rileks, peserta didik lebih mudah menerima materi baru. Dampaknya, proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien.
Tidak hanya aspek kognitif, pendekatan ini juga berpengaruh pada perkembangan sosial dan emosional. Peserta didik belajar menghargai aturan melalui permainan yang terstruktur. Mereka juga belajar bekerja sama dan berbagi peran dengan teman sebaya. Situasi bermain melatih kemampuan mengelola emosi, seperti sabar dan sportif. Rasa percaya diri tumbuh ketika peserta didik berhasil menyelesaikan tantangan. Interaksi yang positif membantu membangun hubungan yang sehat. Lingkungan belajar terasa lebih inklusif dan mendukung. Hal ini berkontribusi pada kenyamanan selama proses pembelajaran. Pada akhirnya, peserta didik merasa lebih betah dan termotivasi untuk belajar.
Keberhasilan belajar sambil bermain
sangat bergantung pada perencanaan yang tepat. Aktivitas bermain perlu
disesuaikan dengan tujuan dan materi pembelajaran. Pemilihan permainan yang
relevan menjadi kunci agar proses tetap terarah. Selain itu, pengelolaan waktu
harus diperhatikan agar pembelajaran berjalan seimbang. Pendampingan selama
aktivitas bermain juga penting untuk menjaga fokus. Evaluasi tetap diperlukan
untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta didik berkembang. Dengan
perencanaan yang matang, metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Belajar sambil bermain pun menjadi solusi pembelajaran yang efektif dan
menyenangkan.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto