BUKU CERITA BERGAMBAR: CARA SERU MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK
Sumber: https://pin.it/15K6Qa5ei
Membaca merupakan sebuah kegiatan positif yang dapat menjadi sarana penambah ilmu bagi anak maupun orang dewasa. Dengan membaca, seseorang bisa menambah perbendaharaan kata yang nantinya bermanfaat dalam kegiatan belajar maupun komunikasi sehari-hari. Aktivitas membaca juga membuka akses terhadap beragam informasi dan ide baru yang mungkin tidak mereka dapatkan melalui percakapan biasa. Selain itu, membaca melatih kecerdasan emosional karena banyak cerita yang menyajikan konflik, solusi, dan nilai moral. Kemampuan berpikir kritis pun dapat meningkat karena pembaca akan terbiasa menganalisis isi bacaan. Membaca bahkan sering disebut sebagai hobi yang bermanfaat karena memberikan pengalaman baru tanpa harus bepergian ke mana pun. Namun, pada kenyataannya, banyak orang yang kini kurang gemar membaca karena merasa informasi dapat diperoleh dengan cepat melalui gawai. Kondisi ini membuat kebiasaan membaca kian menurun, terutama pada anak-anak yang lebih tertarik pada visual digital.
Banyaknya anak yang kurang gemar membaca sejak dini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman terhadap bacaan yang mereka temui, sehingga momen membaca terasa membosankan. Selain itu, beberapa buku dinilai kurang menarik karena tampilannya yang monoton dan tidak memancing rasa ingin tahu anak. Faktor lain yang juga cukup sering ditemukan adalah kurang tersedianya akses bacaan yang sesuai usia. Anak kecil umumnya lebih tertarik pada gambar dibandingkan tulisan, sehingga buku cerita yang dilengkapi ilustrasi per alur akan membantu menumbuhkan ketertarikan mereka. Visual yang menarik membuat anak lebih mudah memahami isi cerita dan menghubungkan gambarnya dengan teks. Karena itulah buku cerita bergambar lebih disukai sebagai langkah awal mengenalkan kebiasaan membaca. Buku jenis ini memberikan pengalaman membaca yang terasa ringan namun tetap menyenangkan bagi anak.
Dalam buku cerita anak, kejelasan alur dan kualitas ilustrasi juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Ilustrasi yang baik mampu membantu anak membentuk visualisasi terhadap cerita yang sedang mereka baca. Setiap gambar berfungsi sebagai pendukung pemahaman dan bukan sekadar hiasan semata. Ketika gambar dan cerita tersusun secara selaras, anak akan lebih cepat mengenali hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Selain kualitas ilustrasi, kuantitas gambar juga berpengaruh karena semakin sering anak melihat visual pendukung, semakin besar kemungkinannya untuk memahami isi cerita. Buku yang terlalu panjang dengan teks padat biasanya membuat anak cepat lelah dan kehilangan fokus. Oleh sebab itu, buku anak memang sebaiknya berisi teks yang singkat tetapi bermakna, sesuai tahap perkembangan mereka. Pendekatan semacam ini juga sudah banyak diterapkan oleh penerbit buku anak karena terbukti efektif di lapangan.
Peran orangtua menjadi sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan anak dalam membaca buku. Orangtua bisa memulai dengan menyediakan waktu khusus untuk membaca bersama anak secara rutin. Dengan membaca bersama, anak akan merasakan bahwa membaca adalah aktivitas menyenangkan, bukan sebuah kewajiban. Selain itu, orangtua juga dapat memilihkan buku yang sesuai dengan usia, karakter, dan minat anak agar proses membaca terasa lebih menarik. Anak yang mendapatkan dukungan dan pendampingan akan cenderung lebih semangat dalam mengenal buku-buku baru. Orangtua juga dapat mengajak anak berdiskusi ringan mengenai isi cerita untuk memperkuat pemahaman mereka. Diskusi sederhana seperti menanyakan tokoh atau kejadian dalam cerita dapat melatih kemampuan berpikir anak. Dari sinilah minat baca dapat tumbuh secara perlahan tetapi konsisten. Ketika orangtua memberi contoh gemar membaca, anak pun akan meniru perilaku tersebut.
Diharapkan dengan kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini, anak mampu menjadi pembaca yang kritis dan cermat di masa depan. Anak yang terbiasa membaca akan lebih selektif terhadap informasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan literasi ini sangat penting mengingat semakin banyaknya berita atau informasi yang belum benar jelas faktanya. Dengan kemampuan berpikir kritis, anak dapat menilai apakah informasi tersebut layak dipercaya atau tidak. Kebiasaan membaca juga membuat anak lebih kaya kosakata sehingga mereka lebih siap untuk menghadapi tantangan akademis. Selain itu, pengalaman membaca yang menyenangkan di masa kecil akan membentuk hubungan positif antara anak dan buku. Semakin baik hubungan tersebut, semakin besar peluang mereka untuk mempertahankan kebiasaan membaca hingga dewasa. Dengan demikian, buku cerita bergambar dapat menjadi langkah awal yang seru dan efektif untuk menumbuhkan minat baca anak dalam jangka panjang.
Penulis: Shinta Aulya Fahkruz Komari