Burnout Mahasiswa dan Ancaman Kesehatan Mental Jangka Panjang
Burnout biasanya muncul dari tekanan yang berlangsung lama tanpa jeda pemulihan. Target akademik yang berat, tuntutan organisasi, kompetisi antarmahasiswa, dan ekspektasi keluarga membuat mahasiswa hidup dalam kondisi tegang setiap hari. Ketika tubuh dan pikiran tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, stres akan berubah menjadi kelelahan mental.
Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), stres berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan emosi dan fungsi kognitif seseorang secara signifikan (https://www.nimh.nih.gov). Seseorang yang mengalami burnout berisiko mengalami gangguan konsentrasi, sulit mengambil keputusan, hingga kehilangan motivasi hidup. Hal ini tentu berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.
Dalam jangka panjang, burnout juga dapat melemahkan daya tahan tubuh. Mahasiswa yang mengalami kelelahan mental cenderung lebih mudah sakit karena sistem imun menurun. Selain itu, gangguan tidur menjadi keluhan umum yang semakin memperparah kondisi fisik dan emosional.
Ironisnya, stigma terhadap kesehatan mental masih membuat banyak mahasiswa enggan mencari pertolongan. Mereka takut dianggap lemah atau tidak mampu menghadapi tekanan. Padahal, mencari bantuan profesional adalah langkah berani, bukan kelemahan.
Organisasi Kesehatan Dunia melalui situs https://www.who.int menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesehatan secara menyeluruh. Artinya, menjaga kondisi psikologis sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Kampus perlu menyediakan layanan konseling yang aktif dan ramah mahasiswa.
Mahasiswa juga harus membangun kesadaran diri untuk mengenali batas kemampuan. Tidak semua hal harus diselesaikan sendirian. Mengatur waktu istirahat, membatasi aktivitas berlebihan, dan berbagi cerita dengan orang tepercaya adalah langkah preventif yang sangat efektif.
Burnout bukan akhir dari segalanya, tetapi sebuah peringatan. Ketika mahasiswa mampu merespons tanda kelelahan dengan perawatan diri yang tepat, mereka bukan hanya selamat dari burnout, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.