"Cara Menjadi Teman yang Suportif untuk Orang yang Sedang Down"
pgsd.fip.unesa.ac.id,
Surabaya - Dalam
hidup, setiap orang pasti pernah berada di fase terendah entah karena masalah
keluarga, tekanan kuliah, konflik pertemanan, atau sekadar merasa lelah dengan
semuanya. Di momen seperti itu, kehadiran teman yang benar-benar peduli bisa
sangat berarti. Bukan untuk menyelesaikan semua masalahnya, tapi sekadar
membuatnya merasa tidak sendirian.
Menjadi teman yang suportif
sebenarnya tidak harus ribet. Terkadang, hal sederhana seperti “kamu gapapa kok
cerita kalau butuh ya” sudah cukup membuat seseorang merasa dihargai. Namun,
ada beberapa hal yang perlu kita pahami supaya dukungan yang kita berikan tidak
salah arah.
Pertama, dengarkan dulu tanpa
memotong cerita. Banyak orang yang sedang down hanya ingin didengar tanpa
dihakimi atau dibandingkan dengan pengalaman orang lain. Hindari juga memberi
solusi terlalu cepat. Fokusnya bukan langsung menyelesaikan masalah, tapi
menemani dan memahami perasaannya.
Kedua, tunjukkan empati lewat
tindakan kecil. Misalnya menanyakan kabarnya, mengajaknya keluar sebentar, atau
sekadar mengirim pesan di malam hari untuk memastikan ia baik-baik saja.
Hal-hal sederhana seperti itu bisa memberi rasa aman.
Ketiga, jangan memaksa seseorang
untuk selalu terlihat kuat atau segera bangkit. Setiap orang punya waktunya
sendiri untuk pulih. Tugas kita hanya menjaga agar ia tidak merasa berjuang
sendirian.
Terakhir, jaga batasan. Mendukung
teman itu penting, tapi bukan berarti memikul semua bebannya. Pastikan kamu
juga menjaga diri, supaya bisa memberi dukungan dengan cara yang sehat.
Pada akhirnya, menjadi teman yang
suportif bukan soal seberapa besar bantuan yang kita berikan, tapi seberapa
tulus kita hadir saat mereka membutuhkan sandaran. Kadang, hadir sebagai tempat
bercerita saja sudah lebih dari cukup.
Penulis : Salsabila Ramadani Firdaus