Creative Math Experience: Pembelajaran Matematika Berbasis Proyek Tingkatkan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pembelajaran matematika yang selama ini dianggap sulit dan menegangkan oleh sebagian siswa akhirnya berubah menjadi kegiatan yang menyenangkan melalui program Creative Math Experience. Program ini dirancang untuk mengajarkan konsep matematika dasar dengan pendekatan berbasis proyek sehingga siswa tidak hanya memahami rumus dari buku teks, tetapi juga mengalami langsung bagaimana matematika bekerja dalam kehidupan nyata. Kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep melalui permainan edukatif, dilanjutkan dengan eksperimen sederhana yang melibatkan benda-benda konkret. Cara ini terbukti mampu menggugah rasa ingin tahu siswa dan membuat mereka lebih aktif berpartisipasi selama pembelajaran berlangsung.
Dalam salah satu sesi, siswa belajar tentang pecahan dengan cara membagi kue mini menjadi beberapa bagian yang sama besar. Mereka tidak hanya diminta menghitung, tetapi juga melihat bentuk pecahan secara nyata dan merasakan proses pembagiannya. Guru kemudian mengajak siswa menyusun potongan kue tersebut di atas kertas grafik sehingga mereka dapat membandingkan ukuran pecahan dan membuat kesimpulan sendiri. Metode seperti ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, menemukan pola secara mandiri, dan tidak hanya bergantung pada penjelasan guru. Banyak siswa mengungkapkan bahwa matematika ternyata tidak sesulit yang mereka bayangkan.
Pada pembelajaran berikutnya, konsep bangun datar diajarkan melalui proyek membuat mini city dari kertas tebal. Siswa merancang gedung, jalan, taman kecil, serta rumah-rumah sederhana berdasarkan bentuk geometri seperti persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran. Mereka bekerja sama menghitung luas dan keliling dari setiap bangunan yang mereka buat, lalu menyusun kota mini tersebut menjadi satu maket besar. Suasana kelas penuh kreativitas dan kolaborasi, membuat matematika terasa seperti permainan merancang dunia imajinatif yang menyenangkan. Guru menyebutkan bahwa kegiatan ini membantu siswa memahami konsep secara mendalam karena disertai pengalaman langsung dan diskusi kelompok.
Tidak hanya meningkatkan kemampuan numerasi, program Creative Math Experience juga berhasil memperkuat keterampilan sosial dan komunikasi siswa. Mereka belajar bekerja sama, berbagi tugas, menyampaikan ide, serta menyelesaikan masalah secara berdiskusi. Siswa yang awalnya pasif mulai berani berbicara dan menyampaikan argumen ketika menentukan ukuran bangunan atau mencari solusi untuk perhitungan yang kurang tepat. Orang tua pun melihat perubahan positif ketika anak lebih percaya diri dan antusias bercerita mengenai kegiatan matematika di sekolah. Banyak di antara mereka yang menunjukkan hasil proyek dengan bangga dan bahkan mencoba mengulang kegiatan tersebut di rumah.
Dengan adanya inovasi pembelajaran matematika berbasis proyek, dunia pendidikan sekolah dasar semakin kaya dengan metode belajar yang menyenangkan dan bermakna. Program seperti Creative Math Experience memberikan gambaran bahwa matematika tidak harus dipelajari dengan tekanan, tetapi dapat dihayati melalui pengalaman nyata yang membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam. Diharapkan, semakin banyak sekolah menerapkan pendekatan seperti ini agar matematika tidak lagi menjadi pelajaran yang ditakuti, melainkan menjadi wahana bagi siswa untuk berpikir logis, kreatif, dan percaya diri. Dari kelas kecil yang penuh semangat, lahirlah generasi yang mencintai angka dan mampu menggunakan matematika sebagai bekal hidup di masa depan.
Penulis: Nindiana Eva Rosa Amalia
Sumber: Google