Digitalisasi Sekolah Dasar di Daerah 3T: Wujud Pemerataan Pendidikan di Era Modern
Pgsd.fip.unesa - Digitalisasi pendidikan kini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Indonesia, termasuk bagi sekolah dasar yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Melalui pemanfaatan teknologi, proses pembelajaran diharapkan dapat menjangkau seluruh peserta didik tanpa terkecuali, meskipun mereka berada di daerah dengan keterbatasan akses dan infrastruktur.
Program digitalisasi sekolah dasar di daerah 3T mencakup berbagai upaya seperti penyediaan perangkat teknologi, pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa, serta pengembangan konten pembelajaran berbasis digital yang relevan dengan konteks lokal. Dengan langkah ini, diharapkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
PGSD FIP UNESA turut berperan aktif dalam mendukung implementasi digitalisasi pendidikan di wilayah 3T melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan program berbasis teknologi pendidikan. Mahasiswa dan dosen terlibat dalam kegiatan pelatihan penggunaan media pembelajaran digital, pengembangan bahan ajar daring, serta pendampingan sekolah dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi.
Meskipun proses digitalisasi di daerah 3T masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan jaringan internet, minimnya sarana teknologi, dan rendahnya literasi digital, langkah-langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen dunia pendidikan dalam mempersempit kesenjangan kualitas pembelajaran di Indonesia.
Melalui digitalisasi sekolah dasar di daerah 3T, diharapkan tercipta pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak bangsa serta lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini sejalan dengan visi PGSD FIP UNESA dalam mendukung transformasi pendidikan menuju era digital yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan.
Penulis: Aghnia Hidayatul Maula