pgsd.fip.unesa.ac.id- Evaluasi berbasis proyek semakin diakui sebagai pendekatan asesmen yang lebih komprehensif dibandingkan ujian standar, terutama di jenjang sekolah dasar. Mahasiswa PGSD perlu memahami bahwa asesmen tidak hanya bertujuan mengukur pengetahuan siswa, tetapi juga menilai kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama. Melalui evaluasi berbasis proyek, guru dapat melihat kemampuan siswa secara lebih holistik dalam memecahkan masalah nyata.
Evaluasi berbasis proyek memungkinkan siswa terlibat langsung dalam proses pencarian informasi, perencanaan, pelaksanaan, dan penyajian hasil. Aktivitas ini memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka melalui produk atau kinerja nyata, bukan sekadar pilihan ganda. Pendekatan ini juga mendorong siswa mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri karena setiap proses dan hasil proyek memiliki makna langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Dari perspektif pedagogis, model evaluasi ini membantu guru memetakan kemampuan siswa secara lebih akurat. Guru dapat mengamati keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas selama proses pengerjaan proyek. Tidak hanya hasil akhir yang dinilai, tetapi juga proses berpikir yang dilakukan siswa. Dengan demikian, asesmen berbasis proyek memberikan gambaran yang lebih utuh tentang perkembangan siswa.
Namun, penerapan evaluasi berbasis proyek membutuhkan persiapan matang, baik dari sisi perencanaan maupun manajemen kelas. Guru harus menyusun rubrik penilaian yang jelas, menentukan tujuan pembelajaran yang spesifik, serta memastikan setiap langkah proyek dapat dilaksanakan sesuai kemampuan siswa sekolah dasar. Mahasiswa PGSD perlu dilatih untuk merancang proyek yang realistis, terukur, dan sesuai dengan konteks pembelajaran di kelas mereka.
Jika dirancang dengan tepat, evaluasi berbasis proyek dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus memperkuat penguasaan kompetensi abad ke-21. Pendekatan ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih bermakna, tetapi juga membantu guru memahami karakter dan kemampuan autentik setiap siswa.
penulis: adeluh febiola
gambar: google