Fenomena Freelance Remaja: Banyak Pelajar Mulai Coba Penghasilan Online
pgsd.fip.unesa.ac.id - Fenomena freelance remaja kini semakin marak di Indonesia, terutama di kalangan pelajar SMP hingga SMA. Dengan kemudahan akses internet dan banyaknya platform digital, para pelajar mulai mencoba berbagai pekerjaan sampingan seperti desain grafis, editing video, penulisan konten, hingga menjadi admin media sosial. Perubahan ini menjadi bukti bahwa generasi muda semakin kreatif dan berani mencari pengalaman kerja sejak dini.
Tren ini berawal dari meningkatnya kebutuhan pelajar untuk memiliki penghasilan tambahan sekaligus mengembangkan keterampilan baru. Banyak dari mereka yang belajar secara otodidak melalui YouTube, kursus gratis, atau platform pembelajaran online. Tak sedikit juga yang bekerja sama dengan UMKM lokal yang membutuhkan bantuan digital untuk pemasaran produk mereka.
Meski membuka peluang positif, fenomena ini juga menimbulkan kekhawatiran. Beberapa pelajar kesulitan membagi waktu antara sekolah dan pekerjaan freelance. Jika tidak dikelola dengan baik, aktivitas ini dapat memengaruhi performa akademik dan waktu istirahat. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam memberikan arahan dan memastikan aktivitas freelance tidak mengganggu tanggung jawab sekolah.
Selain itu, keamanan digital juga perlu diperhatikan. Banyak pelajar yang belum memahami risiko penipuan online atau kontrak kerja yang tidak jelas. Edukasi mengenai etika kerja, manajemen waktu, dan perlindungan data perlu diberikan agar mereka dapat bekerja dengan aman dan profesional sejak dini.
Meskipun memiliki tantangan, fenomena freelance remaja tetap menjadi tren positif yang menunjukkan semangat kemandirian dan kreativitas generasi muda. Dengan bimbingan yang tepat, peluang ini dapat menjadi modal berharga untuk masa depan mereka.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google