Fenomena Gangster Remaja di Surabaya Kian Mengkhawatirkan
Surabaya, 22 Desember 2025 — Aksi kenakalan remaja dalam
bentuk gangster semakin marak terjadi di Kota Surabaya dan menimbulkan
keresahan di tengah masyarakat. Kelompok-kelompok remaja ini kerap melakukan
konvoi motor pada malam hingga dini hari, terlibat tawuran antargang, serta
melakukan tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap warga.
Berdasarkan data dan keterangan dari Kepolisian Resor Kota
Besar (Polrestabes) Surabaya, sebagian besar anggota gangster masih berusia
belasan tahun dan berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Tidak
sedikit di antara mereka yang masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah.
Dalam beberapa kasus, petugas menemukan senjata tajam seperti celurit, parang,
dan besi panjang yang digunakan untuk menakut-nakuti lawan maupun masyarakat
umum.
Aksi gangster remaja ini tidak hanya mengancam keselamatan
warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa. Beberapa insiden tawuran
dilaporkan menyebabkan luka serius, kerusakan fasilitas umum, serta mengganggu
ketertiban lalu lintas. Warga mengaku takut beraktivitas pada malam hari,
terutama di wilayah yang sering dijadikan lokasi berkumpulnya kelompok
tersebut.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa kemunculan gangster
remaja dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya pengaruh lingkungan pergaulan,
kurangnya pengawasan dan perhatian dari keluarga, serta dorongan untuk
mendapatkan pengakuan dari kelompok sebaya. Selain itu, media sosial juga
dinilai berperan besar dalam menyebarkan ajakan, provokasi, dan unjuk
eksistensi kelompok gangster.
Untuk menekan angka kenakalan remaja, aparat kepolisian
meningkatkan patroli rutin, razia senjata tajam, serta melakukan pembinaan
terhadap para pelaku yang tertangkap. Orang tua dan pihak sekolah turut
dilibatkan dalam proses pembinaan agar para remaja tidak kembali terjerumus ke
dalam perilaku menyimpang.
Pemerintah Kota Surabaya juga berupaya mengambil langkah
preventif dengan menggandeng sekolah, tokoh masyarakat, dan organisasi
kepemudaan untuk menyediakan kegiatan positif bagi remaja, seperti olahraga,
pelatihan keterampilan, dan pembinaan karakter. Upaya ini diharapkan dapat
menjadi alternatif yang sehat bagi remaja dalam menyalurkan energi dan
kreativitas mereka.
Masyarakat diimbau untuk berperan aktif menjaga lingkungan
dengan melaporkan aktivitas mencurigakan serta memberikan perhatian lebih
terhadap perkembangan remaja di sekitar mereka. Penanganan kenakalan remaja
dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi
memerlukan kerja sama semua pihak demi menciptakan Surabaya yang aman dan
kondusif.
Contoh gambar segerombolan gangster
Identitas Penulis
Penulis:Revita Listiana Syafitri
Mahasiswa PGSD,Universitas Negeri Surabaya