Festival Literasi Angkat Semangat Siswa Menulis dan Membaca
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Festival
literasi yang digelar pada akhir pekan ini berhasil mengangkat semangat peserta
dalam menulis dan membaca dengan penuh antusias. Kegiatan ini menghadirkan
beragam aktivitas yang memberi ruang bagi kreativitas dan ekspresi diri. Para
peserta tampak menikmati setiap sesi yang dirancang untuk memperkuat minat
terhadap dunia literasi. Berbagai sudut acara dipenuhi suasana hangat yang
mendorong keberanian untuk berkarya. Kesempatan untuk menampilkan hasil tulisan
membuat banyak peserta merasa lebih percaya diri. Dukungan dari lingkungan
sekitar juga menambah semangat mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan.
Antusiasme yang muncul terlihat dari tingginya partisipasi sepanjang acara
berlangsung. Banyak peserta menyebut acara ini sebagai pengalaman yang
memberikan motivasi baru.
Rangkaian kegiatan
festival terdiri atas lokakarya menulis, sesi membaca bersama, hingga diskusi
ringan mengenai proses kreatif. Setiap sesi dirancang untuk menghadirkan
pengalaman yang mudah diikuti oleh berbagai usia. Peserta diberi ruang untuk
mengeksplorasi ide tanpa tekanan sehingga suasana terasa nyaman. Pendekatan ini
dinilai efektif dalam membangkitkan minat menulis yang sebelumnya mungkin belum
muncul. Banyak peserta mencoba teknik menulis baru yang diajarkan dalam
kegiatan ini. Keseruan semakin terasa ketika karya-karya dibacakan secara
terbuka di hadapan peserta lain. Momen tersebut menghadirkan interaksi yang
positif antarpenulis pemula. Keakraban yang terbangun menjadi nilai tambah
dalam penyelenggaraan festival.
Selain penguatan
kemampuan menulis, festival ini juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan
membaca. Sesi membaca bersama menghadirkan berbagai jenis teks yang disesuaikan
dengan minat peserta. Pendamping acara mengajak peserta memahami isi bacaan melalui
pertanyaan-pertanyaan sederhana. Banyak peserta merespons dengan antusias
karena metode penyampaian terasa lebih menyenangkan. Kebiasaan membaca dianggap
penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Festival ini juga
memberikan contoh bahwa membaca tidak harus dilakukan dengan suasana formal.
Banyak peserta menyatakan bahwa kegiatan membaca bersama terasa lebih hidup.
Suasana tersebut diharapkan mampu memupuk kecintaan terhadap buku.
Kesempatan menampilkan
karya menjadi bagian yang paling dinantikan peserta. Banyak penulis pemula
memperlihatkan keberanian untuk membacakan tulisan mereka di depan umum.
Pengalaman ini dianggap sebagai langkah awal untuk membangun rasa percaya diri.
Karya-karya yang ditampilkan mencerminkan ide-ide segar yang lahir dari
pengalaman sehari-hari. Tepuk tangan dari peserta lain menciptakan suasana
apresiatif yang memotivasi. Beberapa peserta bahkan berencana mengembangkan
tulisan mereka menjadi karya yang lebih panjang. Interaksi antarpenulis pemula
semakin memperkuat semangat untuk terus berkarya. Momen ini menjadi bukti bahwa
ruang literasi mampu menciptakan pengaruh positif.
Di penghujung acara,
peserta menyampaikan bahwa festival ini memberikan dampak besar terhadap
motivasi mereka. Banyak yang merasa lebih terdorong untuk rutin menulis setelah
mendapatkan pengalaman baru. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa literasi
dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan. Peserta berharap kegiatan serupa
dapat berlangsung lebih sering agar semangat membaca dan menulis terus tumbuh.
Mereka juga menyadari bahwa kebiasaan literasi memberikan banyak manfaat untuk
kehidupan sehari-hari. Dukungan lingkungan terbukti menjadi faktor penting
dalam menjaga konsistensi berkarya. Semangat kebersamaan yang tercipta selama
festival menjadi kenangan berkesan bagi para peserta. Acara ini pun ditutup
dengan harapan besar untuk masa depan literasi yang semakin cerah.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto