Gerakan “Ayo Baca 15 Menit” kini menjadi salah satu program literasi yang berkembang pesat di berbagai sekolah dasar Indonesia. Program ini bertujuan menumbuhkan minat baca sejak dini dengan cara sederhana: seluruh siswa diwajibkan membaca buku apa pun selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Banyak sekolah melaporkan bahwa suasana kelas menjadi lebih tenang, fokus siswa meningkat, dan motivasi belajar secara keseluruhan membaik.
Guru-guru menyambut baik gerakan ini karena terbukti membantu meningkatkan kemampuan memahami teks dan memperkaya kosakata siswa. Mereka juga diberi kebebasan memilih metode pendamping, seperti jurnal membaca harian, sesi berbagi cerita, atau diskusi singkat tentang isi bacaan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan literasi, tetapi juga membangun kepercayaan diri siswa untuk berbicara di depan kelas.
Program ini turut melibatkan orang tua melalui anjuran menyediakan bacaan menarik di rumah. Beberapa sekolah bahkan bekerja sama dengan perpustakaan daerah dan penerbit lokal untuk menyediakan buku layak baca yang lebih variatif. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, siswa memiliki lebih banyak akses terhadap bacaan yang sesuai usia dan minat mereka.
Dampak positif dari program ini sudah mulai terlihat. Banyak siswa yang sebelumnya kurang suka membaca kini menunjukkan perubahan sikap dan mulai antusias memilih buku baru. Perpustakaan sekolah melaporkan peningkatan jumlah kunjungan hingga dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Program ini pun dinilai menjadi solusi efektif untuk meningkatkan budaya literasi di tingkat sekolah dasar.
Dengan keberhasilan ini, sejumlah sekolah berencana menjadikan gerakan “Ayo Baca 15 Menit” sebagai program wajib jangka panjang. Inisiatif ini diharapkan mampu mencetak generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan lebih siap menghadapi tantangan akademik di masa depan.
Penulis: Adeluh Febiola