pgsd.fip.unesa.ac.id– Gerakan pembelajaran mikro atau microlearning kini menjadi standar baru yang banyak diterapkan dalam dunia pendidikan pada tahun 2025. Konsep ini mengutamakan penyajian materi dalam bentuk potongan kecil, ringkas, dan langsung pada inti pembahasan. Hal ini sangat sesuai dengan karakteristik siswa masa kini yang terbiasa dengan informasi cepat dan visual. Dengan microlearning, proses memahami materi menjadi lebih efisien karena siswa dapat mempelajarinya dalam waktu singkat namun tetap mendalam.
Keunggulan utama microlearning adalah fleksibilitas yang ditawarkannya. Guru dapat membagikan materi dalam bentuk video pendek, infografis, modul mini, atau kuis cepat yang dapat diakses kapan saja. Siswa tidak perlu lagi merasa terbebani dengan bacaan panjang yang sulit dicerna. Mereka dapat mengulang bagian tertentu hingga merasa paham tanpa harus menunggu penjelasan ulang dari guru. Format pembelajaran yang pendek dan fokus ini terbukti meningkatkan retensi informasi secara signifikan.
Selain itu, microlearning juga cocok untuk memperkuat materi yang telah diajarkan sebelumnya. Banyak guru memanfaatkannya sebagai pengulangan sebelum ujian atau untuk memperbaiki pemahaman siswa pada konsep tertentu. Dengan bantuan platform digital, guru dapat melacak kemajuan tiap siswa dan mengetahui bagian mana yang masih perlu dikuatkan. Pendekatan ini membantu guru memberikan intervensi lebih tepat sasaran.
Penerapan microlearning juga didukung oleh maraknya penggunaan perangkat mobile di lingkungan sekolah. Siswa dapat mempelajari materi kapan pun mereka punya waktu luang, seperti saat menunggu jemputan atau istirahat. Pembelajaran tidak lagi terikat pada ruang kelas karena akses informasi menjadi lebih praktis dan cepat. Hal ini menjadikan pembelajaran mikro sebagai metode yang sangat relevan di era digital yang serba cepat.
Dengan popularitasnya yang terus meningkat, microlearning diprediksi akan menjadi salah satu metode utama dalam pembelajaran masa depan. Model ini tidak hanya membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, tetapi juga mengajarkan mereka cara belajar yang efektif dan mandiri. Jika terus dikembangkan dengan konten yang berkualitas, microlearning berpotensi besar meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk siswa yang siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google