Green School Movement: Gerakan Sekolah Dasar Menuju Lingkungan Belajar Berkelanjutan dan Ramah Anak
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, sebuah sekolah dasar di Surabaya berhasil mencuri perhatian publik melalui program inovatif bertajuk Green School Movement. Program ini dirancang untuk membawa konsep pendidikan berkelanjutan ke dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Tidak hanya fokus pada teori, namun juga pengalaman langsung yang dapat dirasakan siswa melalui kegiatan merawat tanaman, memilah sampah, mengamati cuaca, hingga memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan. Dengan pendekatan ini, sekolah berkomitmen membangun generasi kecil yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan memahami dampak setiap tindakan mereka terhadap bumi.
Konsep Green School Movement tidak hanya diterapkan di luar kelas, melainkan terintegrasi dalam berbagai mata pelajaran. Misalnya, pada pelajaran IPA, siswa tidak hanya belajar tentang ekosistem melalui buku, tetapi juga turun langsung untuk menanam berbagai jenis sayuran di kebun organik sekolah. Sementara itu, pada pelajaran matematika, siswa diajak menghitung kebutuhan air untuk tanaman, mengukur tinggi bibit setiap minggu, hingga membuat grafik perkembangan pertumbuhan tanaman. Guru pun memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai laboratorium hidup, yang membuat pembelajaran terasa lebih dekat dengan dunia nyata, penuh makna, dan tidak membosankan bagi anak-anak.
Salah satu kegiatan yang paling diminati siswa adalah Eco Patrol, yaitu kelompok kecil siswa yang bertugas mengawasi kebersihan kelas, mengecek pemilahan sampah, serta memberi laporan kecil kepada guru setiap akhir pekan. Kegiatan ini membuat siswa merasa memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekolah. Selain itu, sekolah juga menyediakan sudut edukasi berupa Climate Corner, tempat siswa dapat melihat poster perubahan iklim, video edukatif, dan mini eksperimen sederhana mengenai pemanasan global. Kegiatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus rasa tanggung jawab pada siswa untuk menjaga lingkungan tempat mereka tinggal.
Program ini tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga pada guru dan orang tua. Guru mendapat pelatihan khusus mengenai pembelajaran berbasis proyek lingkungan sehingga mereka mampu membimbing siswa dengan metode yang kreatif dan efektif. Orang tua pun ikut terlibat dalam kegiatan tertentu seperti family gardening day, yaitu kegiatan berkebun bersama keluarga di area sekolah. Kolaborasi ini membentuk hubungan positif antara sekolah dan keluarga, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai dari rumah dan didukung oleh komunitas.
Setelah satu tahun berjalan, program Green School Movement terbukti membawa perubahan besar bagi sekolah. Lingkungan sekolah menjadi jauh lebih bersih dan tertata, tingkat kedisiplinan siswa dalam menjaga kebersihan meningkat, dan yang paling penting, siswa menunjukkan perilaku peduli lingkungan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dasar memiliki peran penting dalam menciptakan generasi masa depan yang mampu berpikir kritis, bersikap bijak, dan hidup selaras dengan lingkungan. Dengan terus dikembangkan, program seperti ini berpotensi menjadi model pendidikan berkelanjutan bagi sekolah-sekolah dasar di seluruh Indonesia.
Penulis: Nindiana Eva Rosa Amalia
Sumber: Google