Ingat! Kebiasaan 'Sepele' Ini Bisa Menghancurkan Kesehatan Mahasiswa
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Bayangkan jika hal-hal
kecil yang sering kamu anggap biasa saja sebenarnya bisa berdampak besar pada
kesehatanmu, terutama saat kamu masih menjadi mahasiswa. Kebiasaan sederhana
seperti telat makan, kurang tidur, atau duduk terlalu lama sebenarnya bisa
menimbulkan masalah kesehatan yang serius jika terus dibiarkan. Jangan sampai
hal kecil ini menghambat prestasi akademik dan kualitas hidupmu!
Salah satu hal sepele yang masih sering dilakukan mahasiswa
adalah sering melewatkan sarapan. Padahal, sarapan sangat penting untuk mengisi
energi dan menjaga konsentrasi belajar. Kebiasaan melewatkan sarapan bisa
menyebabkan penurunan daya ingat, mudah lelah, dan mood yang buruk. Selain
kebiasaan melewatkan sarapan, telat makan juga merupakan kebiasaan sepele yang
sering dialami mahasiswa. Telat makan dapat menyebabkan tubuh kekurangan asupan
energi yang dibutuhkan setiap hari. Ketika terlambat makan, kadar gula darah
dalam tubuh turun sehingga timbul rasa lemas, pusing, dan sulit fokus.
Lebih jauh, telat makan juga memperlambat metabolisme tubuh
dan dapat memicu makan berlebihan saat akhirnya mengonsumsi makanan. Hal ini
dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penambahan berat badan secara tidak
sehat. Dalam jangka panjang, kebiasaan telat makan juga meningkatkan risiko
gangguan kesehatan seperti maag, diabetes, dan masalah kardiovaskular. Oleh
karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memperhatikan jadwal makan yang
teratur agar tubuh tetap sehat dan fungsi otak optimal.
Kurang tidur juga menjadi salah satu masalah yang umum.
Banyak mahasiswa yang tidur larut malam akibat tugas, hiburan, atau penggunaan
gadget. Tidur yang kurang cukup tidak hanya membuat tubuh cepat lelah tetapi
juga memperlemah sistem imun dan meningkatkan risiko gangguan mental seperti
stres dan depresi. Jam tidur yang kurang optimal berkontribusi pada penurunan
kualitas hidup yang sering tidak disadari.
Kebiasaan duduk terlalu lama saat belajar atau bermain
gadget juga berdampak besar mengenai kesehatan fisik. Duduk dalam waktu lama
dapat memicu masalah otot dan tulang, serta meningkatkan risiko obesitas dan
gangguan metabolisme. Padahal, pergerakan sederhana seperti stretching dan
berjalan singkat sudah dapat membantu menjaga kesehatan. Selain itu, Minum air
putih yang kurang juga sering terjadi. Banyak mahasiswa yang lebih memilih
minuman manis atau berkafein, yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan
pencernaan, dan penurunan fungsi otak.
Terakhir, stres yang tidak terkelola dengan baik merupakan masalah kecil yang dampaknya sangat besar. Mahasiswa yang sering menunda pekerjaan atau tidak mengatur waktu secara efektif cenderung mengalami tekanan mental yang tinggi. Stres kronis dapat memicu gangguan kesehatan serius, mulai dari tekanan darah tinggi hingga gangguan tidur dan gangguan mental.