Inklusi Digital: Mengintegrasikan Teknologi dalam Pembelajaran Kelas Dasar
pgsd.fip.unesa.ac.id- Inklusi digital menjadi isu krusial dalam pengembangan pendidikan dasar, terutama ketika akses teknologi dan literasi digital tidak merata. Bagi mahasiswa PGSD, pemahaman tentang inklusi digital bukan lagi pilihan, melainkan kompetensi yang wajib dikuasai untuk memastikan setiap siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang setara. Integrasi teknologi perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak menciptakan kesenjangan baru, khususnya bagi siswa dengan keterbatasan akses perangkat maupun internet.
Penerapan teknologi dalam pembelajaran kelas dasar tidak hanya terbatas pada penggunaan perangkat keras seperti tablet atau laptop, tetapi juga meliputi kemampuan guru merancang aktivitas digital yang bermakna. Calon guru harus mampu memilih aplikasi pembelajaran yang sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangan siswa. Selain itu, mereka perlu memahami prinsip penggunaan teknologi yang tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga mendukung proses kognitif anak, seperti literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir kritis.
Inklusi digital juga menuntut guru untuk peka terhadap keberagaman kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi. Guru perlu menyediakan alternatif pembelajaran yang tetap inklusif bagi siswa yang kurang familiar dengan perangkat digital atau memiliki kebutuhan khusus. Pendekatan diferensiasi digital menjadi salah satu strategi penting, di mana guru menyediakan berbagai pilihan media dan aktivitas sehingga seluruh siswa dapat berpartisipasi secara optimal tanpa merasa terpinggirkan.
Selain aspek pedagogis, integrasi teknologi dalam kelas dasar memerlukan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang memadai. Kerja sama antara sekolah, pemerintah, dan komunitas diperlukan untuk menyediakan akses perangkat, jaringan internet, serta pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa. Mahasiswa PGSD harus memahami konteks ekosistem ini agar kelak mampu berkolaborasi dalam upaya pembangunan inklusi digital di sekolah tempat mereka mengajar.
Inklusi digital yang dirancang secara cermat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kesempatan belajar bagi seluruh siswa. Dengan memadukan teknologi, pedagogi yang kuat, serta sensitivitas sosial terhadap kesenjangan digital, calon guru dari PGSD dapat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang adil, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Penulis: adeluh febiola
Gambar: google