Jadi Adiwisudawan, Arya Mahendra Mahasiswa PGSD FIP UNESA Bagikan Tipsnya
pgsd.fip.unesa.ac.id, SURABAYA — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali melahirkan sosok inspiratif. Arya Mahendra, mahasiswa asal Bojonegoro, terpilih sebagai Adi Wisudawan FIP UNESA. Dalam wawancara bersama tim Humas FIP, Arya berbagi pengalaman, motivasi, serta tips yang mengantarkannya meraih prestasi akademik dan nonakademik di bangku perkuliahan.
Menurut Arya, tidak ada resep tunggal untuk menjadi wisudawan berprestasi. Namun, ia merangkum perjalanannya dalam tiga prinsip utama: optimis, ikhtiar, dan tawakal. “Setiap orang punya caranya masing-masing. Kalau saya, kuncinya tetap optimis, berusaha maksimal, lalu berserah diri pada Tuhan,” ungkapnya.
Meski tidak terlalu banyak mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Arya aktif dalam komunitas yang relevan dengan jurusannya, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ia mengaku lebih memilih mengasah keterampilan sesuai bidang agar selaras dengan tujuan akademik dan masa depan. Baginya, kunci keberhasilan terletak pada manajemen waktu dengan skala prioritas. “Sebagai mahasiswa, tujuan utama tentu meraih nilai akademik yang baik. Setelah itu, pengembangan diri dan keterampilan harus tetap berjalan seimbang,” jelasnya.
Arya juga membagikan pesan motivasi untuk mahasiswa tingkat akhir agar tidak mudah menyerah. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat meski sering kali rasa lelah dan malas datang menghampiri. “Kalau ingin menyerah, ingatlah orang tua yang selalu mendukung. Jangan biarkan rasa lelah berubah menjadi kata menyerah,” tegasnya.
Ketika ditanya alasannya memilih jurusan PGSD, Arya mengaku awalnya sempat bercita-cita terjun ke dunia pemerintahan. Namun, ia menyadari bahwa perubahan tidak selalu datang dari atas, melainkan bisa dimulai dari akar, yakni melalui pendidikan. “Menjadi guru adalah jalan untuk menyiapkan generasi muda agar unggul, baik dalam akademis maupun nonakademis. Dari situlah lahir perubahan yang nyata,” katanya.
Support system terbesar Arya datang dari orang tua dan dirinya sendiri. Ia percaya bahwa kesuksesan tidak lepas dari dukungan keluarga, usaha pribadi, serta doa. Ke depan, Arya berencana melanjutkan studi hingga jenjang S3 dan bercita-cita menjadi dosen. “Harapannya sederhana, selalu menjadi pribadi yang lebih baik, konsisten mengejar panggilan hidup, dan tidak berhenti berusaha. Karena di balik kesulitan pasti ada kemudahan,” tuturnya.
Dengan prestasi dan tekad yang kuat, Arya Mahendra menjadi bukti bahwa keberhasilan dapat diraih dengan kombinasi optimisme, usaha sungguh-sungguh, serta tawakal. Tips dan trik yang ia bagikan diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berjuang mewujudkan mimpi mereka.
Penulis: Ria Risky Syah Putri Ayu Fadilla