Jika Bisa Sekarang, Mengapa Harus Nanti?
Ada satu kalimat yang hampir semua orang pernah ucapkan dalam hati “nanti saja” Rasanya sepele, terdengar biasa saja, dan sering dianggap tidak berbahaya. Padahal kebiasaan kecil ini bisa berubah menjadi pola hidup yang berdampak besar bagi masa depan. Menunda tugas mungkin terasa nyaman di awal, tetapi perlahan ia berubah menjadi beban yang semakin berat.
Menunda pekerjaan membuat otak merasa lega sesaat, karena kita menghindari tekanan atau rasa tidak nyaman. Namun kenyamanan yang dirasakan hanya sementara. Setelah waktu berjalan, hal yang ditunda tetap harus diselesaikan. Bahkan sering kali menjadi semakin sulit karena waktu semakin sedikit atau keadaan tidak lagi mendukung.
Salah satu dampak terbesar dari kebiasaan menunda adalah meningkatnya stres. Ketika tugas menumpuk, pikiran mulai dipenuhi rasa bersalah dan panik. Tidur tidak lagi tenang karena tubuh tahu ada tanggung jawab yang belum diselesaikan. Ada orang yang tetap bisa menyelesaikannya di menit terakhir, tetapi seringkali kualitas pekerjaan menjadi kurang maksimal.
Menunda juga dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan. Banyak peluang datang tanpa menunggu kesiapan. Ketika kita terlalu lama menunda, kesempatan itu bisa diambil oleh orang yang bergerak lebih cepat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat seseorang berada di posisi yang sama terus menerus, tanpa perkembangan yang berarti. Selain itu, menunda pekerjaan dapat menurunkan rasa percaya diri. Setiap kali kita gagal menyelesaikan tugas tepat waktu, perlahan muncul perasaan bahwa diri ini tidak mampu. Padahal masalahnya bukan pada kemampuan, tetapi pada kebiasaan yang kurang tepat.
Mengubah kebiasaan menunda memang tidak selalu mudah. Tetapi langkah kecil bisa menjadi awal yang baik. Mulai dari menyelesaikan hal-hal sederhana tepat waktu, menetapkan target harian, hingga membatasi distraksi seperti ponsel atau media sosial. Semakin sering kita menyelesaikan sesuatu tepat waktu, semakin ringan rasanya untuk mengerjakan tugas berikutnya.
Pada akhirnya, waktu tidak bisa diulang. Tugas, mimpi, target, dan kesempatan tidak bisa digantung begitu saja. Jika ada sesuatu yang bisa dikerjakan sekarang, maka lakukan. Hidup terasa lebih ringan ketika kita menyelesaikan kewajiban tepat waktu. Dan yang lebih penting, kita belajar menghargai diri sendiri melalui tindakan sederhana. Menyelesaikan tepat waktu.
Karena sering kali, langkah kecil yang dilakukan hari ini jauh lebih berarti daripada rencana besar yang selalu tertunda.
Penulis : Hafizh Muhammad Ridho