Kegiatan Ekstrakurikuler Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kegiatan
ekstrakurikuler dinilai semakin berperan penting dalam membentuk jiwa
kepemimpinan siswa di berbagai jenjang pendidikan. Beragam aktivitas di luar
jam pelajaran memberikan ruang bagi siswa untuk belajar memimpin dan dipimpin
secara langsung. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengembangkan
kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan sosial. Proses pengambilan
keputusan sering terjadi dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Siswa belajar
bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepada mereka. Interaksi antarsiswa
mendorong munculnya sikap saling menghargai pendapat. Situasi tersebut
menciptakan pengalaman belajar yang lebih nyata. Dampaknya, siswa menjadi lebih
percaya diri dalam memimpin kelompok.
Kegiatan ekstrakurikuler juga
melatih siswa untuk bekerja sama dalam tim yang memiliki tujuan bersama. Setiap
anggota kelompok memiliki peran yang harus dijalankan dengan baik. Kondisi ini
menuntut adanya koordinasi yang efektif agar kegiatan berjalan lancar. Siswa
belajar mengatur strategi dan membagi tugas secara adil. Tantangan yang muncul
selama kegiatan menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan. Kesalahan yang
terjadi dijadikan bahan evaluasi bersama. Proses ini melatih kemampuan refleksi
diri. Dengan demikian, jiwa kepemimpinan berkembang secara bertahap.
Selain itu, kegiatan
ekstrakurikuler mendorong siswa untuk berani mengambil inisiatif. Banyak
aktivitas yang menuntut siswa untuk aktif mengemukakan ide. Keberanian
menyampaikan pendapat menjadi modal penting dalam kepemimpinan. Siswa juga
belajar menghadapi perbedaan pandangan dalam kelompok. Situasi ini melatih
sikap toleransi dan keterbukaan. Diskusi yang sehat membantu siswa menemukan
solusi terbaik. Pengalaman tersebut membentuk pola pikir yang lebih dewasa.
Kepemimpinan tidak lagi dipahami sebagai dominasi, melainkan sebagai kemampuan
mengarahkan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan
ekstrakurikuler menghadirkan dinamika yang beragam. Setiap siswa memiliki latar
belakang dan karakter yang berbeda. Hal ini menuntut pemimpin kelompok untuk
bersikap bijaksana. Kemampuan mengelola emosi menjadi bagian penting dari
proses belajar. Siswa dilatih untuk bersikap adil dalam mengambil keputusan.
Kepercayaan antaranggota kelompok menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Hubungan
yang terbangun bersifat saling mendukung. Dari sinilah nilai kepemimpinan
tumbuh secara alami.
Secara keseluruhan, kegiatan
ekstrakurikuler memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk jiwa
kepemimpinan siswa. Pembelajaran yang diperoleh bersifat praktis dan aplikatif.
Siswa mendapatkan pengalaman langsung yang sulit diperoleh di ruang kelas. Nilai
tanggung jawab dan disiplin tertanam melalui rutinitas kegiatan. Kepercayaan
diri siswa meningkat seiring dengan bertambahnya pengalaman memimpin.
Keterampilan komunikasi juga berkembang melalui interaksi intensif. Semua
proses tersebut membekali siswa menghadapi tantangan di masa depan. Kegiatan
ekstrakurikuler menjadi sarana strategis dalam mencetak generasi yang berjiwa
pemimpin.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto