Kegiatan Literasi dan Numerasi Komunitas Dorong Minat Belajar Anak
pgsd.fip.unesa.ac.id – Program literasi dan numerasi di luar kurikulum formal semakin berkembang di berbagai wilayah. Kegiatan ini hadir untuk memberikan dukungan tambahan bagi anak-anak dalam memahami bacaan dan angka. Banyak komunitas berinisiatif menciptakan ruang belajar alternatif yang menyenangkan. Mereka memfokuskan diri pada aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak belajar melalui permainan dan dialog aktif. Kehadiran kegiatan ini menjadi peluang bagi anak yang membutuhkan pendampingan tambahan. Komunitas berharap dapat membantu meningkatkan minat belajar sejak usia dini. Gerakan ini pun semakin mendapat apresiasi dari masyarakat luas.
Klub matematika menjadi salah satu kegiatan yang diminati anak-anak. Di dalamnya, mereka dapat memecahkan soal dengan cara kreatif dan kolaboratif. Pendamping mengajarkan konsep numerasi melalui benda konkret dan permainan logika. Suasana belajar dibuat lebih santai agar tidak menimbulkan tekanan. Keberhasilan klub ini terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam berhitung. Anak-anak tampak lebih aktif mengajukan pertanyaan. Mereka juga berlatih kerja sama saat menyelesaikan tantangan numerik. Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung kemampuan akademik anak di masa depan.
Selain numerasi, program literasi juga menjadi fokus kegiatan komunitas. Perpustakaan keliling hadir menjangkau berbagai daerah secara rutin. Koleksi buku bacaan dibawa mendekat ke tempat tinggal anak-anak. Mereka dapat membaca bersama dan mendengarkan cerita dari relawan. Aktivitas ini menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini. Buku-buku yang dipilih sesuai usia dan minat anak. Setiap kunjungan selalu disambut antusias oleh masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana memperkaya pengetahuan anak secara menyenangkan.
Tak hanya itu, kegiatan literasi komunitas sering dikemas dalam bentuk lomba dan permainan kata. Anak-anak dilatih mengembangkan kemampuan berbahasa secara kreatif. Interaksi dengan teman sebaya menambah semangat peserta dalam belajar. Relawan memberikan dukungan agar anak merasa dihargai. Melalui kegiatan tersebut, setiap anak memiliki kesempatan menunjukkan bakatnya. Lingkungan belajar dibangun berdasarkan kebersamaan dan kepedulian. Orang tua pun mulai terlibat dalam mendampingi anak di rumah. Dengan demikian, kemampuan literasi dapat terus berkembang.
Keberadaan program ini memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Mereka memperoleh pengalaman belajar di luar ruangan yang menarik. Anak-anak merasa lebih bebas berekspresi tanpa batasan ketat. Pembelajaran yang fleksibel membuat mereka menikmati proses belajar. Banyak harapan agar kegiatan ini terus berlanjut dan berkembang. Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan kegiatan. Semakin banyak ruang literasi dan numerasi yang tersedia, semakin besar manfaatnya bagi masa depan mereka. Program ini menjadi bukti bahwa belajar dapat terjadi di mana saja.
Penulis: Aghnia
Gambar : Google