Kegiatan Literasi Tingkatkan Minat Baca Anak
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kegiatan literasi menjadi strategi utama untuk meningkatkan minat baca anak di berbagai lingkungan belajar. Aktivitas ini mendorong anak untuk lebih dekat dengan buku melalui pengalaman membaca yang menyenangkan. Beragam metode digunakan agar membaca tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang membosankan. Anak-anak terlihat lebih antusias ketika literasi dikemas secara kreatif dan interaktif. Dampak positifnya terlihat dari meningkatnya frekuensi membaca dalam keseharian. Perubahan sikap anak terhadap buku juga mulai tampak secara bertahap. Membaca tidak hanya dilakukan karena kewajiban, tetapi juga karena rasa ingin tahu. Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya baca.
Kegiatan literasi dilaksanakan melalui berbagai bentuk seperti membaca bersama, sudut baca, dan permainan berbasis teks. Setiap aktivitas dirancang untuk menyesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Buku yang digunakan pun bervariasi dari cerita bergambar hingga bacaan pengetahuan sederhana. Pendekatan visual dan cerita ringan membantu anak memahami isi bacaan dengan lebih mudah. Anak diberi kebebasan memilih bahan bacaan sesuai minat mereka. Kebebasan tersebut membuat anak merasa dihargai dalam proses belajar. Suasana membaca menjadi lebih santai dan tidak menekan. Dengan cara ini, anak lebih terbuka untuk mencoba membaca secara mandiri.
Proses literasi dilakukan secara rutin agar kebiasaan membaca dapat terbentuk. Konsistensi menjadi kunci agar minat baca tidak bersifat sementara. Lingkungan yang mendukung turut membantu anak merasa nyaman saat membaca. Ketersediaan bahan bacaan yang menarik menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan. Anak juga diajak berdiskusi ringan tentang isi bacaan setelah membaca. Diskusi ini melatih anak untuk memahami dan menceritakan kembali informasi. Kemampuan berbahasa anak pun ikut berkembang seiring berjalannya waktu. Literasi akhirnya menjadi bagian dari aktivitas harian yang dinanti.
Peningkatan minat baca memberikan dampak positif pada kemampuan berpikir anak. Anak menjadi lebih mudah menyerap informasi dari berbagai sumber tertulis. Kosakata yang dimiliki anak bertambah secara signifikan. Kemampuan menulis sederhana juga mulai menunjukkan perkembangan. Anak lebih percaya diri saat menyampaikan ide melalui lisan maupun tulisan. Membaca membantu anak mengenal beragam sudut pandang dan imajinasi. Hal ini mendukung perkembangan emosional dan sosial anak. Literasi berkontribusi pada pembentukan karakter yang gemar belajar.
Kegiatan literasi diharapkan dapat
terus dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan dari lingkungan sekitar sangat
dibutuhkan untuk menjaga konsistensinya. Peran orang dewasa menjadi penting
dalam memberikan contoh gemar membaca. Buku dapat dikenalkan sebagai teman yang
menyenangkan bagi anak. Kebiasaan membaca sejak dini menjadi bekal berharga di
masa depan. Minat baca yang kuat membantu anak menghadapi tantangan
pembelajaran selanjutnya. Literasi bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga
kebutuhan dasar. Melalui kegiatan literasi, anak diarahkan menjadi pembelajar
sepanjang hayat.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto