Kegiatan Praktikum Rutin Memperkuat Pemahaman Konsep STEM
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kegiatan
praktikum rutin semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu memperkuat
pemahaman konsep STEM secara langsung. Banyak peserta didik merasakan bahwa
proses belajar menjadi lebih mudah dipahami saat mereka terlibat dalam
aktivitas yang bersifat eksperimen. Praktikum dianggap mampu menjembatani teori
dengan pengalaman nyata sehingga konsep tidak hanya berhenti pada penjelasan.
Dalam setiap sesi, peserta dapat mengamati fenomena ilmiah secara konkret
melalui berbagai percobaan sederhana. Kegiatan ini juga membantu menumbuhkan
rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap proses ilmiah. Pendekatan tersebut
membuat peserta lebih berani untuk mencoba, menalar, dan mengambil keputusan.
Situasi belajar pun menjadi lebih hidup dengan adanya pengamatan langsung.
Melalui pengalaman tersebut, pemahaman konsep STEM dapat berkembang lebih
menyeluruh.
Minat peserta dalam
mengikuti kegiatan praktikum terus meningkat karena prosesnya dianggap
menyenangkan dan menantang. Setiap percobaan yang dilakukan mampu memberikan
pemahaman mengenai sebab dan akibat dari suatu peristiwa. Aktivitas ini juga
mendorong peserta agar mampu mengaitkan konsep yang dipelajari dengan kebutuhan
kehidupan sehari-hari. Penjelasan yang biasanya abstrak menjadi lebih konkret
saat mereka melihat hasil percobaan secara langsung. Proses tersebut memberikan
kesempatan bagi peserta untuk melakukan prediksi, menguji, dan menarik
kesimpulan. Dengan demikian, kegiatan praktikum tidak hanya memperkuat teori
tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis. Peserta merasa lebih percaya
diri dalam menjelaskan konsep yang telah diuji sendiri. Hal ini menjadikan
kegiatan praktikum sebagai metode belajar yang relevan dengan kebutuhan
pembelajaran modern.
Dalam pelaksanaan
kegiatan praktikum, peserta mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi berbagai
alat dan bahan yang mendukung proses pengamatan. Setiap langkah percobaan
dirancang agar peserta dapat memecahkan masalah sederhana secara mandiri.
Aktivitas ini membantu mereka memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari
proses belajar. Pendekatan tersebut menjadikan peserta lebih terbuka dalam
menerima hasil yang berbeda dari dugaan awal. Melalui interaksi langsung dengan
objek praktikum, peserta bisa meninjau ulang proses berpikir mereka dari awal
hingga akhir. Mereka juga belajar menyusun hipotesis secara sistematis
berdasarkan fenomena yang diamati. Setiap percobaan memberikan gambaran tentang
bagaimana konsep STEM diterapkan dalam kehidupan. Proses ini memperkuat
keterampilan analitis peserta pada berbagai situasi.
Selain meningkatkan
pemahaman konsep, kegiatan praktikum rutin juga membangun kemampuan kerja sama.
Peserta belajar berdiskusi, berbagi tugas, dan mengambil keputusan bersama
dalam kelompok kecil. Kebiasaan ini membentuk lingkungan belajar yang kolaboratif
dan suportif. Di dalamnya, peserta dapat bertukar ide dan memperbaiki kesalahan
melalui diskusi terbuka. Keberhasilan percobaan sering kali bergantung pada
komunikasi yang efektif antaranggota kelompok. Proses tersebut mengajarkan
pentingnya menghargai pendapat orang lain. Kegiatan bersama ini juga memicu
kreativitas peserta dalam menemukan solusi terbaik. Dengan demikian, kegiatan
praktikum memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar pemahaman konsep
saja.
Kegiatan praktikum yang
dilakukan secara rutin menunjukkan dampak positif terhadap motivasi belajar
peserta. Mereka merasa proses belajar lebih bermakna ketika mendapatkan
pengalaman langsung. Aktivitas tersebut membantu peserta mengembangkan
pemahaman yang tidak hanya mengandalkan hafalan. Dengan adanya pengalaman
empiris, konsep STEM dapat terbentuk melalui proses pengamatan dan analisis
mandiri. Praktikum juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk terus berlatih
berpikir ilmiah secara terstruktur. Melalui kegiatan yang konsisten, peserta
dapat membangun kebiasaan belajar yang aktif dan reflektif. Kegiatan ini
menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis dan berkelanjutan. Pada akhirnya,
kegiatan praktikum rutin menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk
memperkuat pemahaman konsep STEM secara mendalam.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto