Kegiatan Seni dan Kreativitas Mendorong Ekspresi Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kegiatan seni dan
kreativitas semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu mendorong ekspresi
siswa secara positif. Berbagai aktivitas kreatif memberi ruang bagi siswa untuk
menyalurkan ide, perasaan, dan imajinasi mereka. Melalui seni, siswa tidak hanya
belajar menghasilkan karya, tetapi juga memahami diri sendiri. Proses kreatif
membantu siswa mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat dan konstruktif.
Kegiatan ini juga menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan tidak
monoton. Banyak siswa merasa lebih percaya diri ketika diberi kesempatan untuk
berkarya. Interaksi dalam kegiatan seni mendorong komunikasi yang lebih terbuka
antarsiswa. Hal ini menjadikan seni sebagai media penting dalam pengembangan
potensi diri.
Selain sebagai sarana ekspresi,
kegiatan seni turut melatih kemampuan berpikir kreatif siswa. Siswa diajak
untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda. Proses ini
menumbuhkan keberanian dalam mengambil keputusan dan bereksperimen. Kesalahan
yang terjadi selama berkarya dipandang sebagai bagian dari pembelajaran. Siswa
belajar bahwa tidak ada satu jawaban benar dalam seni. Pengalaman ini membantu
mereka lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan. Kreativitas yang terasah
juga dapat diterapkan pada bidang lain. Dengan demikian, seni berperan dalam
pengembangan keterampilan berpikir secara menyeluruh.
Kegiatan seni dan kreativitas juga
berdampak pada perkembangan sosial siswa. Saat bekerja dalam kelompok, siswa
belajar menghargai pendapat orang lain. Kolaborasi dalam menciptakan karya
menumbuhkan rasa kebersamaan. Perbedaan ide menjadi bahan diskusi yang
memperkaya hasil karya. Siswa belajar menyampaikan pendapat dengan cara yang
lebih santun. Aktivitas ini juga mengurangi rasa canggung dalam berinteraksi.
Lingkungan yang mendukung membuat siswa merasa lebih diterima. Hal tersebut
berpengaruh pada meningkatnya rasa percaya diri.
Dari sisi emosional, seni menjadi
media pelepasan stres bagi siswa. Aktivitas kreatif membantu mengurangi tekanan
yang muncul dari rutinitas belajar. Siswa dapat mengekspresikan perasaan tanpa
harus mengungkapkannya secara verbal. Warna, gerak, dan suara menjadi bahasa
alternatif untuk menyampaikan emosi. Proses ini membantu siswa mengenali dan
mengelola perasaannya. Ketika emosi lebih stabil, konsentrasi belajar pun
meningkat. Kegiatan seni juga memberikan rasa pencapaian yang membanggakan. Hal
ini berdampak positif pada kesejahteraan emosional siswa.
Secara keseluruhan, kegiatan seni
dan kreativitas memiliki peran penting dalam mendorong ekspresi siswa.
Aktivitas ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses
yang dilalui. Siswa mendapatkan ruang aman untuk berekspresi dan bereksplorasi.
Kreativitas yang tumbuh membantu siswa lebih siap menghadapi perubahan.
Pengalaman berkarya memberikan nilai pembelajaran yang mendalam. Seni menjadi
jembatan antara aspek kognitif, sosial, dan emosional. Dengan dukungan yang
tepat, potensi siswa dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan
seni patut terus dihadirkan sebagai bagian dari pengalaman belajar.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto