Kegiatan Seni Dukung Perkembangan Emosional Anak
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kegiatan seni semakin dipandang sebagai pendekatan efektif dalam mendukung perkembangan emosional anak. Melalui aktivitas seperti menggambar, melukis, menari, dan bermusik, anak dapat mengekspresikan perasaan yang sulit disampaikan dengan kata-kata. Proses berekspresi ini membantu anak mengenali emosi diri secara lebih jujur dan terbuka. Selain itu, kegiatan seni memberi ruang aman bagi anak untuk menyalurkan stres dan kegelisahan. Anak juga belajar memahami bahwa setiap emosi adalah hal yang wajar untuk dirasakan. Lingkungan yang mendukung kreativitas mendorong rasa nyaman dan kepercayaan diri anak. Hal ini berdampak langsung pada keseimbangan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, seni berperan penting dalam pembentukan kesehatan emosional sejak usia dini.
Tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi, kegiatan seni juga membantu anak mengelola emosi secara lebih positif. Saat terlibat dalam proses kreatif, anak belajar bersabar dan fokus pada tahapan yang dilakukan. Kegagalan kecil dalam berkarya mengajarkan anak untuk menerima hasil dengan lapang dada. Dari situ, anak mulai mengembangkan ketahanan emosional dan sikap pantang menyerah. Aktivitas seni juga mendorong anak untuk mengenali perasaan senang, sedih, marah, maupun bangga. Pemahaman ini menjadi dasar penting dalam pengendalian diri. Anak pun terbiasa menyalurkan emosi tanpa perilaku agresif. Proses tersebut mendukung perkembangan emosional yang lebih stabil.
Kegiatan seni turut berkontribusi dalam membangun empati dan kemampuan sosial anak. Melalui karya seni, anak dapat memahami sudut pandang orang lain. Aktivitas kelompok dalam seni mengajarkan anak untuk bekerja sama dan menghargai perbedaan. Anak belajar mendengarkan ide teman dan menyesuaikan diri dalam proses bersama. Interaksi ini melatih kepekaan emosional terhadap lingkungan sekitar. Rasa kebersamaan yang terbangun memperkuat ikatan sosial anak. Selain itu, seni membuka ruang diskusi yang mendorong anak mengungkapkan perasaan secara sehat. Hal ini membantu anak berkomunikasi dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sisi psikologis, kegiatan seni memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri anak. Ketika hasil karya diapresiasi, anak merasa dihargai atas usahanya. Pengalaman ini menumbuhkan rasa bangga terhadap diri sendiri. Anak juga belajar bahwa setiap karya memiliki nilai tanpa harus sempurna. Proses ini mengurangi rasa takut untuk mencoba hal baru. Dengan kepercayaan diri yang meningkat, anak lebih berani mengekspresikan pendapat dan perasaan. Sikap positif terhadap diri sendiri menjadi fondasi penting dalam perkembangan emosional. Seni pun berperan sebagai media penguatan karakter anak.
Seiring meningkatnya perhatian
terhadap kesejahteraan anak, kegiatan seni menjadi alternatif yang relevan
untuk diterapkan secara berkelanjutan. Aktivitas ini tidak hanya berfokus pada
hasil akhir, tetapi juga pada proses yang dijalani anak. Pendekatan tersebut
sejalan dengan kebutuhan emosional anak yang beragam. Seni memberikan
pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Anak merasa lebih bebas dan
tidak tertekan dalam mengekspresikan diri. Dampak positifnya dapat dirasakan
dalam jangka panjang. Perkembangan emosional yang sehat membantu anak
menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih baik. Oleh karena itu, kegiatan
seni layak mendapat perhatian sebagai bagian penting dalam tumbuh kembang anak.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto