Kelas Cerita Bergambar Tingkatkan Minat Membaca Siswa Muda
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Program
kelas cerita bergambar berhasil meningkatkan minat membaca pada siswa muda.
Aktivitas ini menghadirkan buku bergambar yang interaktif dan menyenangkan.
Siswa tampak antusias ketika guru membacakan cerita sambil menunjukkan
ilustrasi. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada membaca, tetapi juga
menstimulasi imajinasi dan kreativitas anak. Setiap cerita dilengkapi dengan
pertanyaan reflektif untuk mendorong pemahaman. Orang tua melaporkan anak-anak
mereka lebih sering memilih buku dibandingkan bermain gadget. Guru mencatat
peningkatan kemampuan kosa kata dan konsentrasi siswa. Metode ini membuktikan
bahwa belajar membaca dapat dikemas secara menyenangkan dan efektif.
Sesi kelas biasanya
dimulai dengan pemilihan buku bergambar yang sesuai usia. Anak-anak duduk
melingkar sambil mendengarkan cerita dengan fokus penuh. Setiap halaman
ilustrasi disorot untuk membantu pemahaman visual dan verbal. Guru mengajak
siswa berdiskusi tentang karakter dan alur cerita yang dibacakan. Anak-anak
diminta menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita. Aktivitas ini
mendorong interaksi dan rasa ingin tahu yang tinggi. Metode membaca bergambar
ini juga membantu siswa yang lebih sulit berkonsentrasi. Dampaknya terlihat
dari meningkatnya durasi anak dalam membaca secara mandiri.
Selain membaca, siswa
diajak membuat versi mini dari cerita bergambar yang dibacakan. Mereka
menggambar karakter dan menulis kalimat sederhana untuk menjelaskan alur
cerita. Kegiatan ini meningkatkan kreativitas dan kemampuan menulis secara
bertahap. Anak-anak juga belajar menyampaikan ide dan cerita secara lisan. Guru
memberikan pujian dan dorongan untuk setiap karya yang dibuat. Orang tua
terlibat dengan mendukung anak membaca di rumah. Lingkungan belajar yang
interaktif membuat anak-anak lebih percaya diri. Dampak positif terlihat dari
antusiasme yang konsisten setiap sesi.
Program ini menekankan
pentingnya stimulasi awal dalam membangun minat baca. Anak-anak yang terbiasa
membaca sejak dini cenderung lebih percaya diri dalam belajar. Buku bergambar
dipilih dengan tema yang relevan dan menarik bagi usia mereka. Guru menyesuaikan
gaya bercerita agar sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Metode ini juga
membantu membentuk kebiasaan membaca rutin. Aktivitas membaca bergambar dapat
dilakukan secara kelompok maupun individu. Setiap anak memiliki kesempatan
untuk mengekspresikan diri melalui cerita. Hasilnya menunjukkan peningkatan
pemahaman bacaan dan kemampuan bercerita secara signifikan.
Kegiatan membaca
bergambar ini membuktikan bahwa metode kreatif mampu menarik minat siswa muda.
Anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga mengembangkan imajinasi dan
kemampuan berpikir kritis. Guru melaporkan peningkatan partisipasi aktif dalam setiap
sesi. Orang tua merasa senang melihat anak-anak lebih gemar membaca di rumah.
Aktivitas ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan kebiasaan positif sejak
dini. Cerita bergambar terbukti mampu membuat belajar membaca lebih
menyenangkan. Metode ini mendorong anak untuk mencintai buku sejak usia dini.
Program ini membuktikan bahwa belajar bisa sekaligus menyenangkan dan
inspiratif.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto