Kerja Kelompok Kecil Dorong Penguatan Komunikasi Siswa Sejak Dini
pgsd.fip.unesa.ac.id - Pembiasaan kerja kelompok kecil menjadi salah satu strategi pembelajaran yang dinilai efektif dalam memperkuat kemampuan komunikasi siswa. Melalui aktivitas ini, siswa dilatih untuk menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, serta merespons ide secara santun dalam suasana belajar yang kolaboratif. Interaksi yang terbangun dalam kelompok kecil memungkinkan setiap siswa memiliki ruang berbicara yang lebih seimbang. Kondisi tersebut membantu mengurangi sikap pasif dan mendorong keberanian siswa untuk berpartisipasi aktif. Selain itu, kerja kelompok kecil menciptakan lingkungan belajar yang lebih akrab dan kondusif. Hal ini berdampak positif terhadap kualitas komunikasi antar siswa.
Penerapan kerja kelompok kecil juga mendorong siswa untuk belajar bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Setiap anggota kelompok memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi. Proses diskusi yang berlangsung menuntut siswa untuk mengelola perbedaan pendapat secara bijak. Dari situ, siswa belajar menghargai sudut pandang orang lain dan menyampaikan ide secara jelas. Kegiatan ini secara tidak langsung melatih keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang terjalin tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga membangun empati dan rasa saling percaya.
Secara berkelanjutan, pembiasaan kerja kelompok kecil berkontribusi dalam membentuk karakter siswa yang komunikatif dan kooperatif. Siswa menjadi lebih terampil dalam menyusun kalimat, mengemukakan argumen, serta memberikan tanggapan yang relevan. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pembelajaran yang menuntut kolaborasi. Selain itu, suasana belajar yang interaktif membuat proses pembelajaran terasa lebih bermakna. Dengan komunikasi yang baik, siswa dapat memahami materi secara lebih mendalam. Pembiasaan ini diharapkan mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang aktif dan partisipatif.
Penulis: Aghnia
Gambar : Google