Kesiapan Mahasiswa PGSD Dalam Menjawab Tantangan Kurikulum Merdeka
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut perubahan paradigma besar bagi mahasiswa PGSD dari sekadar penguasa materi menjadi fasilitator pembelajaran yang fleksibel. Tantangan utamanya terletak pada kemampuan merancang pembelajaran berdiferensiasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan serta karakteristik siswa yang beragam. Mahasiswa tidak lagi bisa mengandalkan metode ceramah satu arah, melainkan wajib menguasai keterampilan mendesain alur pembelajaran yang inklusif agar esensi merdeka belajar dapat terwujud di dalam kelas.
Penguasaan teori tersebut idealnya harus sejalan dengan seluruh muatan kurikulum merdeka. Namun praktiknya, banyak calon atau bahkan guru masih kesulitan menerjemahkan konsep abstrak tersebut ke dalam aksi nyata karena keterbatasan pengalaman lapangan, sehingga seringkali terjebak pada metode konvensional yang membuat siswa cepat bosan. Oleh karena itu, diperlukan integrasi yang lebih kuat antara teori di perkuliahan dengan observasi langsung di sekolah mitra agar mahasiswa memiliki gambaran utuh mengenai dinamika kurikulum yang sedang berjalan.
Kesiapan ini tidak hanya dibebankan kepada mahasiswa PGSD, tetapi juga bagi seluruh tenaga pendidik agar tetap adaptif terhadap perubahan kebijakan pendidikan di Indonesia. Melalui alur perkuliahan yang sistematis, diharapkan literasi pedagogik dan sikap terbuka terhadap inovasi dapat terbentuk sejak dini. Dengan begitu, mahasiswa PGSD akan mampu bertransformasi menjadi pendidik profesional yang siap mencetak generasi unggul yang sesuai dengan profil Pelajar Pancasila.
Penulis: Elis