Ketika Media Pembelajaran Jadi Ajang Unjuk Kreativitas
Mahasiswa merancang media dengan pendekatan unik. Ada yang memadukan teknologi digital, ada pula yang mengedepankan kearifan lokal. Misalnya, cerita rakyat dijadikan video animasi interaktif.
Ajang ini juga melatih keberanian berekspresi. Mahasiswa belajar bahwa ide mereka layak ditampilkan. Kepercayaan diri tumbuh seiring apresiasi yang diterima.
Dalam pameran, media pembelajaran diuji secara langsung. Pengunjung mencoba dan memberi tanggapan. Proses ini melatih mahasiswa melakukan evaluasi berbasis pengalaman nyata.
Kreativitas juga mendorong empati. Mahasiswa berusaha memahami sudut pandang siswa saat belajar.
Pameran mengajarkan satu hal penting: guru bukan hanya penyampai materi, tetapi perancang pengalaman belajar.
Ketika kreativitas diberi ruang, pendidikan akan menjadi lebih hidup.