Komik Suara, Media Kreatif untuk Anak SD Memahami Nilai Pancasila
pgsd.fip.unesa.ac.id,
Surabaya - Di dunia pendidikan dasar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan
Pancasila, pemanfaatan media pembelajaran interaktif masih tergolong terbatas.
Sebagian besar guru masih mengandalkan media tradisional seperti buku cetak,
lembar kerja siswa (LKS), atau gambar statis. Padahal, siswa pada fase A (kelas
1-2) berada pada tahap perkembangan berpikir konkret, di mana mereka memerlukan
media multisensori untuk memahami konsep abstrak, termasuk nilai-nilai
Pancasila.
Untuk
menjawab tantangan ini, inovasi media pembelajaran berbasis komik suara menjadi
sebuah alternatif yang menjanjikan. Komik suara menggabungkan elemen visual,
narasi cerita, dan efek audio sehingga siswa tidak hanya membaca, tetapi juga
mendengar dan merespons cerita secara interaktif. Dengan cara ini, siswa dapat
memahami nilai-nilai Pancasila melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan
imersif.
Perlu
diingat bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada siswa yang
lebih dominan visual, auditori, atau kinestetik. Media pembelajaran
konvensional lebih banyak menekankan aspek visual, sementara siswa dengan gaya
belajar auditori kurang terakomodasi. Komik suara hadir untuk menjawab
kebutuhan ini, karena narasi audio dan efek suara yang menarik memungkinkan
siswa dengan gaya belajar auditori lebih mudah menyerap materi.
Pendekatan
berbasis cerita yang dimiliki pada komik suara memiliki keunggulan dalam
membuat konsep yang abstrak menjadi lebih konkret dan dekat dengan pengalaman
sehari-hari siswa. Siswa lebih mudah menginternalisasi nilai Pancasila melalui
cerita yang nyata dengan dunia mereka, lengkap dengan karakter yang familiar,
alur yang menarik, dan interaksi yang memicu rasa ingin tahu.
Di era
digital, teknologi pendidikan berkembang pesat, namun implementasinya dalam
pembelajaran Pancasila masih minim. Beberapa sekolah telah menggunakan media
digital, namun integrasi media inovatif seperti komik suara berbasis aplikasi
atau platform web masih jarang. Dengan adanya media komik suara, guru dapat
menyajikan materi yang lebih interaktif, siswa lebih terlibat, dan proses
pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Dengan cara ini juga prinsip-prinsip
seperti disiplin, kejujuran, gotong royong, dan tanggung jawab menjadi lebih
mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tentu saja
komik suara juga mendukung pembelajaran di luar kelas. Siswa dapat mengakses komiknya
melalui perangkat digital di rumah seperti Youtube atau Barcode,
sehingga pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan dapat berulang sesuai
kebutuhan. Dengan pengembangan komik suara sebagai media pembelajaran,
diharapkan proses belajar Pendidikan Pancasila bagi siswa pada fase A tidak
lagi monoton dan teoretis karena komik suara bukan sekadar inovasi media
pembelajaran saja tetapi solusi kreatif yang menggabungkan visual, audio, dan
cerita untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif.
Penulis: Bintang Lasawfa Aurellya