Kreativitas Mahasiswa Mewarnai Pameran Media Pembelajaran
Beragam media pembelajaran ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari alat peraga sains sederhana, video pembelajaran interaktif, hingga aplikasi berbasis digital. Setiap karya memiliki satu tujuan utama: membantu siswa lebih mudah memahami materi. Di sinilah kreativitas mahasiswa terlihat nyata, karena mereka tidak sekadar membuat sesuatu yang “menarik”, tetapi juga fungsional.
Pameran ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Galeri pameran menjadi ruang baru yang hidup, penuh diskusi dan interaksi. Pengunjung—baik dosen, mahasiswa lain, maupun siswa undangan—dapat mencoba langsung media yang dipajang. Interaksi ini memberi peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan kritik, saran, dan apresiasi secara langsung.
Menariknya, banyak karya yang lahir dari masalah nyata di sekolah. Mahasiswa melakukan observasi terlebih dahulu, lalu merancang media sesuai kebutuhan siswa. Pendekatan berbasis masalah ini melatih mahasiswa berpikir sebagai calon guru yang peka dan solutif.
Di sisi lain, pameran juga melatih rasa percaya diri. Tidak semua mahasiswa terbiasa mempresentasikan karya kepada publik. Dengan pameran, mereka belajar berbicara, menjawab pertanyaan, hingga menerima kritik secara terbuka.
Lebih jauh, kegiatan ini menumbuhkan budaya apresiasi di lingkungan kampus. Setiap karya dihargai sebagai hasil proses panjang, bukan sekadar produk akhir. Mahasiswa menjadi termotivasi untuk terus berinovasi.
Pameran media pembelajaran bukan hanya agenda akademik, tetapi juga pengalaman emosional dan intelektual. Ia menjadi bukti bahwa kreativitas bisa tumbuh subur ketika diberi ruang.