LINDUNGI ANAK DARI KONTEN BERBAHAYA: PERAN PENTING ORANG TUA DI ERA DIGITAL
Sumber: https://pin.it/2F1O7brOq
Di era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, ada banyak konten yang mudah sekali diakses oleh siapa pun, termasuk anak-anak. Kondisi ini membuat orangtua perlu lebih sadar bahwa tidak semua tontonan aman untuk dilihat oleh anak. Masalah yang muncul bukan hanya soal berita palsu, tetapi juga video-video yang mengandung unsur kekerasan, ujaran kebencian, dan hal-hal tidak pantas lainnya. Konten-konten seperti itu dapat muncul kapan saja tanpa disadari karena anak belum mampu memilah mana yang baik dan mana yang berbahaya. Jika dibiarkan, anak bisa saja mengklik video yang tidak sesuai usia mereka. Hal ini tentu dapat memengaruhi perkembangan emosi dan cara mereka memandang sesuatu. Orangtua harus memahami bahwa platform digital tidak selalu menyediakan batasan otomatis untuk anak. Karena itu, kesadaran orangtua menjadi poin awal yang penting dalam menjaga keamanan tontonan anak.
Bahaya tontonan digital bagi anak bukan hanya soal isi video yang tidak pantas saja, tetapi juga dampaknya pada perilaku sehari-hari. Anak yang terpapar konten negatif sejak dini berpotensi meniru apa yang mereka lihat karena mereka cenderung belajar melalui contoh visual. Ketika anak sering mengakses konten yang keras atau tidak sopan, mereka akan kesulitan membedakan mana perilaku yang boleh dilakukan dan mana yang sebenarnya tidak boleh. Perilaku buruk tersebut dapat terbawa ke lingkungan sekitar seperti rumah dan sekolah. Anak bisa menjadi lebih mudah marah, meniru ucapan yang tidak pantas, atau bahkan menunjukkan sikap tidak hormat. Jika hal ini terjadi terus-menerus, perkembangan karakter anak menjadi kurang baik. Inilah alasan mengapa tontonan digital yang tidak diawasi bisa berdampak serius. Maka dari itu, pengawasan orangtua bukan hanya formalitas, tetapi kebutuhan.
Pengawasan orangtua sebenarnya tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Orangtua cukup terlibat dengan mengetahui apa saja yang sedang ditonton oleh anak setiap harinya. Pemantauan seperti ini sudah menjadi langkah sederhana tetapi sangat membantu dalam mencegah paparan buruk. Banyak platform yang sekarang menyediakan fitur kontrol yang bisa dimanfaatkan untuk membatasi tontonan anak. Fitur seperti pembatasan usia, batasan waktu layar, dan pemantauan riwayat tontonan biasanya sudah tersedia di hampir semua aplikasi video. Penggunaan fitur tersebut membuat orangtua lebih mudah menjaga keamanan digital anak. Dengan cara ini, orangtua tidak harus mengawasi terus secara langsung, tetapi tetap mengetahui apa yang dibuka oleh anak. Langkah seperti ini cukup sesuai dengan kebutuhan orangtua di era digital. Anak pun jadi lebih aman saat menjelajah internet.
Meski begitu, pengawasan digital saja tidak cukup tanpa adanya komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Anak perlu diberi pengertian tentang alasan mengapa beberapa video tidak boleh mereka tonton. Penjelasan sederhana akan membuat anak lebih mudah menerima aturan tanpa merasa dilarang secara berlebihan. Komunikasi yang terbuka juga membantu anak lebih nyaman bercerita ketika mereka tidak sengaja melihat sesuatu yang membuat mereka takut atau bingung. Dengan begitu, orangtua bisa langsung memberikan penjelasan yang sesuai dan menenangkan. Anak juga menjadi lebih hati-hati ketika menggunakan perangkat digital. Selain itu, hubungan emosional anak dan orangtua menjadi lebih kuat. Situasi ini menciptakan lingkungan keluarga yang lebih aman dan mendukung perkembangan anak.
Perlindungan anak dari konten berbahaya di era digital memang menuntut peran aktif dari orangtua. Dunia digital menawarkan banyak manfaat, tetapi juga membawa risiko yang tidak bisa diabaikan. Orangtua perlu memastikan bahwa anak mendapatkan pengalaman digital yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka. Dengan adanya pengawasan yang tepat, anak dapat menikmati tontonan edukatif dan menghibur tanpa risiko paparan konten negatif. Kebiasaan baik ini akan membantu anak tumbuh dengan pemahaman yang lebih sehat tentang teknologi. Mereka akan terbiasa menggunakan perangkat digital secara bijak sejak dini. Dalam jangka panjang, langkah ini dapat membentuk anak menjadi pribadi yang kuat, berhati-hati, dan bertanggung jawab dalam bermedia. Maka dari itu, peran orangtua tidak bisa digantikan oleh apa pun dalam menjaga keselamatan anak di dunia digital.
Penulis: Shinta Aulya Fahkruz Komari