Literasi Digital Anak SD: Tantangan dan Peluang di Era Serba Online
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk di jenjang sekolah dasar. Anak-anak kini semakin akrab dengan gawai, internet, dan media sosial sejak usia dini. Kondisi ini menjadikan literasi digital sebagai keterampilan penting yang perlu dikenalkan sejak sekolah dasar agar anak mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Di satu sisi, era serba online membuka peluang besar bagi pembelajaran. Anak SD dapat mengakses sumber belajar yang lebih beragam, seperti video edukasi, buku digital, dan aplikasi pembelajaran interaktif. Teknologi juga membantu guru menyajikan materi secara lebih menarik dan kontekstual, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar dan aktif di kelas.
Namun, tantangan literasi digital juga tidak bisa diabaikan. Anak-anak rentan terpapar konten yang tidak sesuai usia, informasi palsu, serta risiko kecanduan gadget. Tanpa pendampingan yang tepat, penggunaan teknologi justru dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar, perilaku sosial, dan kesehatan mental anak.
Peran guru dan orang tua menjadi kunci dalam menanamkan literasi digital yang sehat. Guru dapat mengajarkan etika berinternet, cara memilah informasi, serta pentingnya menjaga privasi digital. Sementara itu, orang tua perlu mendampingi anak saat menggunakan gawai di rumah dan membatasi waktu layar agar tetap seimbang dengan aktivitas fisik dan sosial.
Dengan pendekatan yang tepat, literasi digital dapat menjadi bekal penting bagi anak SD untuk menghadapi masa depan. Pemanfaatan teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab diharapkan mampu mencetak generasi yang kritis, kreatif, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google