Literasi Digital Masyarakat di Tengah Arus Informasi yang Kian Masif
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi. Internet dan media sosial menghadirkan kemudahan akses pengetahuan dalam hitungan detik, namun sekaligus melahirkan tantangan baru berupa banjir informasi yang sulit dikendalikan. Di tengah arus informasi yang kian masif, literasi digital menjadi kompetensi penting agar masyarakat mampu bersikap cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam ruang digital.
Literasi digital tidak sekadar dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Lebih dari itu, literasi digital mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara etis dan produktif. Gilster menekankan bahwa literasi digital berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi. Tanpa literasi digital yang memadai, masyarakat rentan terpapar hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, serta manipulasi opini yang dapat berdampak luas pada kehidupan sosial dan demokrasi.
Fenomena maraknya informasi palsu menunjukkan bahwa akses teknologi yang luas belum tentu diiringi dengan kesiapan kognitif masyarakat. Banyak informasi beredar tanpa verifikasi, disebarkan secara emosional, dan diterima tanpa sikap reflektif. Kondisi ini memperlihatkan urgensi penguatan literasi digital sebagai bagian dari pendidikan masyarakat, bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga, komunitas, dan institusi sosial lainnya.
Dalam konteks pendidikan nasional, literasi digital memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat pembelajar yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kemampuan menilai kredibilitas sumber, memahami konteks informasi, serta menggunakan media digital secara bijak menjadi bekal penting dalam menghadapi era transformasi digital. Literasi digital yang kuat akan mendorong masyarakat untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang positif dan berdaya guna.
Perguruan tinggi memiliki posisi sentral dalam memperkuat literasi digital masyarakat. Sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, universitas berperan dalam menghasilkan riset, inovasi, serta program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas digital publik. Melalui pelatihan literasi media, seminar edukatif, konten digital berbasis riset, dan kolaborasi dengan komunitas, perguruan tinggi dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Selain aspek kognitif, literasi digital juga berkaitan erat dengan pembentukan karakter. Etika digital, tanggung jawab sosial, dan kesadaran hukum menjadi bagian penting dari praktik bermedia. Masyarakat yang literat digital akan lebih berhati-hati dalam berinteraksi, menghargai perbedaan, serta memahami konsekuensi dari setiap aktivitas di ruang digital. Dengan demikian, literasi digital berkontribusi langsung pada terciptanya budaya digital yang beradab dan berkelanjutan.
Tantangan ke depan semakin kompleks seiring berkembangnya kecerdasan artifisial, algoritma media sosial, dan ekonomi digital. Oleh karena itu, literasi digital harus dipahami sebagai proses berkelanjutan yang terus diperbarui sesuai perkembangan teknologi. Pendekatan edukatif yang inklusif dan kontekstual menjadi kunci agar literasi digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Pada akhirnya, literasi digital merupakan fondasi penting bagi masyarakat modern dalam menghadapi derasnya arus informasi. Masyarakat yang cakap digital akan lebih siap berpartisipasi secara aktif, kritis, dan produktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Melalui sinergi antara pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat, literasi digital dapat menjadi kekuatan kolektif dalam membangun peradaban yang cerdas dan bermartabat di era digital.
Penulis: Hafizh Muhammad Ridho