Literasi Digital untuk Guru dan Siswa di Era Transformasi Pendidikan
Literasi digital kini menjadi kompetensi penting bagi guru dan siswa di abad ke-21. Melalui literasi ini, pengguna teknologi di dunia pendidikan mampu memahami, menggunakan, dan menilai informasi secara kritis. Guru berperan penting dalam membimbing siswa agar bijak menggunakan internet sebagai sumber belajar. Dengan kemampuan literasi digital, siswa tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga pencipta konten yang produktif. Kegiatan pelatihan literasi digital sering dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mencari, mengelola, dan memverifikasi informasi. Guru dan siswa belajar bersama mengenai etika bermedia sosial dan keamanan data pribadi. Melalui kolaborasi ini, proses belajar menjadi lebih interaktif dan aman. Literasi digital juga menguatkan nilai tanggung jawab dan kejujuran akademik.
Program literasi digital diterapkan melalui berbagai metode seperti workshop, kuis daring, hingga proyek digital. Guru dilatih mengenali sumber informasi terpercaya dan mengajarkannya kepada siswa. Sementara siswa belajar membuat karya seperti blog edukatif atau infografis yang mengandung pesan positif. Pembelajaran ini menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan empati digital. Di era banjir informasi, kemampuan memilah data menjadi bekal penting bagi generasi muda. Literasi digital bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga bentuk karakter cerdas di dunia maya. Guru yang melek digital akan mampu menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan literasi digital yang kuat, pendidikan akan melahirkan generasi yang tangguh, kritis, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi global