Literasi Sains di Sekolah Dasar Meningkat Melalui Pembelajaran Eksperimen
pgsd.fip.unesa.ac.id – Pembelajaran eksperimen mulai menjadi pendekatan yang semakin banyak diterapkan untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan percobaan sederhana, siswa dapat memahami konsep ilmiah secara nyata dan langsung. Pendekatan ini membuat siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi juga melihat bagaimana konsep tersebut bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode ini, minat siswa terhadap sains cenderung meningkat karena mereka merasa lebih terlibat dalam proses belajar.
Kegiatan eksperimen memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan mengamati, memprediksi, hingga menarik kesimpulan. Guru biasanya menyediakan alat dan bahan sederhana yang mudah ditemukan agar siswa dapat melakukan percobaan secara mandiri atau berkelompok. Proses ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam, karena siswa belajar melalui praktik langsung, bukan hanya membaca atau mendengar penjelasan. Pendekatan ini sangat relevan untuk membangun fondasi pemahaman sains yang kuat sejak dini.
Selain meningkatkan keterampilan proses sains, pembelajaran eksperimen juga berkontribusi pada pengembangan karakter. Siswa diajak bekerja sama, berbagi tugas, serta belajar bertanggung jawab terhadap alat dan bahan yang digunakan. Lingkungan kelas pun menjadi lebih aktif dan kolaboratif karena setiap kelompok berusaha menyelesaikan percobaannya dengan baik. Situasi ini membantu membangun budaya belajar yang positif dan partisipatif.
Guru memiliki peran penting dalam merancang eksperimen yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Percobaan harus sederhana, aman, tetapi tetap mampu menunjukkan prinsip ilmiah yang ingin dipelajari. Guru juga perlu mengarahkan siswa dalam proses diskusi setelah eksperimen berlangsung untuk memastikan mereka dapat merefleksikan hasil serta memahami konsep yang ditemukan. Penguatan konsep melalui diskusi menjadi kunci agar pembelajaran benar-benar efektif.
Dengan pendekatan eksperimen, literasi sains siswa terbukti mengalami peningkatan yang signifikan. Siswa menjadi lebih percaya diri, kritis, dan mampu menghubungkan pengetahuan sains dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran semacam ini diprediksi terus berkembang dan menjadi metode unggulan dalam pendidikan sains di sekolah dasar.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google