Lonjakan Penggunaan AR/VR Membentuk Gaya Belajar Masa Depan
pgsd.fip.unesa.ac.id– Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) kini menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh dalam dunia pendidikan modern. Pada tahun 2025, lonjakan penggunaan AR/VR di sekolah dasar hingga menengah menandai perubahan besar dalam cara siswa memahami konsep abstrak. Dengan bantuan teknologi ini, pembelajaran tidak lagi hanya mengandalkan buku atau penjelasan verbal, tetapi menghadirkan pengalaman visual yang lebih nyata dan immersif. Guru pun merasakan bahwa siswa menjadi lebih antusias dan cepat memahami materi.
Salah satu keunggulan utama AR/VR adalah kemampuannya menghidupkan materi yang sebelumnya sulit dijelaskan. Misalnya, siswa dapat melihat organ tubuh manusia dalam bentuk 3D, masuk ke dalam ekosistem hutan tropis, atau melakukan simulasi eksperimen sains yang tidak mungkin dilakukan secara langsung di kelas. Pengalaman ini membuat pembelajaran terasa seperti petualangan, sehingga meningkatkan motivasi dan rasa ingin tahu siswa. AR/VR terbukti sangat efektif untuk materi IPA, sejarah, hingga geografi.
Penggunaan AR/VR juga mendukung pembelajaran yang lebih personal. Setiap siswa dapat menjelajahi materi sesuai ritme mereka sendiri, mengulang bagian tertentu, atau memperbesar objek untuk memahami detailnya. Teknologi ini memungkinkan siswa belajar tanpa rasa takut salah karena semua berlangsung pada lingkungan virtual yang aman. Guru dapat memberikan tugas eksploratif yang mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, menjadikan siswa bukan hanya penerima materi, tetapi penjelajah aktif dalam proses belajar.
Seiring meningkatnya akses terhadap perangkat AR/VR, banyak sekolah mulai memasukkannya ke dalam kurikulum harian. Beberapa pengembang aplikasi pendidikan bahkan menciptakan platform yang terintegrasi dengan buku pelajaran, sehingga siswa dapat melihat gambar menjadi hidup hanya dengan memindai halaman tertentu. Perpaduan antara media cetak dan digital ini menciptakan pengalaman belajar baru yang lebih menarik dan mudah diingat. Teknologi yang dulu dianggap futuristik kini menjadi bagian dari rutinitas kelas.
Dengan segala potensi yang dimiliki, AR/VR diprediksi akan menjadi pilar utama pembelajaran dalam beberapa tahun ke depan. Guru perlu terus beradaptasi dan mempelajari cara memanfaatkan teknologi ini secara efektif agar manfaatnya maksimal. Jika diterapkan dengan bijak, AR/VR tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membentuk gaya belajar yang lebih kreatif, mandiri, dan relevan dengan perkembangan zaman. Masa depan pendidikan yang lebih interaktif kini semakin dekat.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google