Mahasiswa dan Literasi Media: Menghadapi Hoaks di Era Digital
pgsd.fip.unesa.ac.id — Literasi media menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa di era digital. Kemudahan akses informasi membawa tantangan baru, seperti maraknya hoaks dan berita tidak terpercaya. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan kritis.
Kemampuan literasi media mencakup identifikasi sumber, evaluasi konten, dan penilaian kredibilitas informasi. Mahasiswa diajarkan untuk tidak mudah percaya pada berita yang tersebar di media sosial, serta memverifikasi fakta sebelum membagikannya kepada orang lain.
Selain itu, literasi media juga membantu mahasiswa mengembangkan pemikiran kritis dan analisis. Mahasiswa dapat membandingkan berbagai sudut pandang, memahami konteks informasi, dan menyaring berita yang relevan untuk kebutuhan akademik maupun sosial.
Peran perguruan tinggi sangat penting dalam meningkatkan literasi media mahasiswa. Melalui kurikulum, workshop, dan seminar, mahasiswa diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan informasi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Dengan penguasaan literasi media yang baik, mahasiswa dapat menghindari dampak negatif hoaks dan menjadi pengguna media yang cerdas. Kemampuan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif, kritis, dan produktif di masyarakat digital.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google