Mahasiswa Kembangkan Media Pembelajaran Lokal Berbasis Kearifan Daerah
Mahasiswa program studi pendidikan dasar mengembangkan media
pembelajaran lokal berbasis kearifan daerah untuk meningkatkan pemahaman siswa
tentang budaya sekitar. Langkah ini muncul dari kebutuhan menghadirkan materi
belajar yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Media tersebut berisi
cerita rakyat, permainan tradisional, serta ilustrasi khas daerah yang mudah
dipahami anak. Para mahasiswa menilai bahwa pendekatan budaya dapat memperkuat
minat belajar siswa sekolah dasar. Proses pengembangan dilakukan melalui
pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan terdekat. Setiap informasi
kemudian disusun ulang agar sesuai dengan karakter anak usia sekolah. Media
tersebut dibuat sederhana agar mudah diterapkan pendidik di berbagai kelas.
Inisiatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan budaya sejak dini. Proyek
ini sekaligus menjadi latihan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang
bermanfaat bagi pembelajaran.
Pada tahap uji coba, siswa terlihat lebih antusias
mempelajari materi yang disajikan dalam bentuk visual budaya daerah. Media ini
dilengkapi warna cerah dan aktivitas interaktif yang memudahkan pemahaman
konsep dasar. Beberapa siswa menyampaikan bahwa materi menjadi lebih mudah
diingat ketika dikaitkan dengan pengalaman mereka sendiri. Mahasiswa terus
melakukan revisi setelah memperoleh masukan dari observasi kelas kecil. Setiap
penyempurnaan berfokus pada kejelasan instruksi serta kesesuaian materi dengan kebutuhan
kelas menengah sekolah dasar. Pembuatan media juga mempertimbangkan penggunaan
bahan yang murah dan mudah ditemukan. Pendekatan ini menjadikan media tersebut
tidak hanya menarik, tetapi juga efisien. Inovasi ini dinilai sebagai solusi
untuk mengatasi keterbatasan sumber belajar kreatif di lingkungan sekitar.
Produk tersebut menunjukkan potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas.
Proyek pengembangan media ini memberikan pengalaman langsung
bagi mahasiswa dalam menerapkan teori pembelajaran. Mereka belajar memahami
kebutuhan peserta didik melalui interaksi selama proses uji coba. Mahasiswa
juga berlatih menggabungkan unsur budaya dengan prinsip pedagogis secara
seimbang. Media ini diharapkan menjadi alternatif bagi pendidik yang ingin
menghadirkan pembelajaran lebih kontekstual. Karya tersebut dapat mendorong
mahasiswa lain untuk menggali potensi budaya lokal masing-masing. Penguatan
muatan budaya dianggap penting untuk membangun identitas siswa sejak dini.
Media ini juga memiliki peluang digunakan pada kegiatan belajar luar kelas yang
menekankan pengalaman nyata. Dengan meningkatnya kebutuhan inovasi
pembelajaran, produk ini berpotensi memberi dampak jangka panjang. Upaya
mahasiswa tersebut mencerminkan kreativitas dan kemampuan adaptasi terhadap
kebutuhan pendidikan masa kini.
Penulis: Catalina Dinda Permata Revi