Mahasiswa PGSD UNESA Hadirkan Inovasi Pembelajaran IPS Melalui Ecomap dan Wayground
Kegiatan ini sebagai
upaya meningkatkan pemahaman peta Indonesia dengan
memanfaatkan barang bekas dan teknologi dalam strategi pembelajarannya.
Kamis, 20 November
2025 Mahasiswa PGSD UNESA melaksanakan kegiatan studi lapangan di SDN Dukuh Menanggal 1/424
Surabaya. Mahasiswa PGSD Unesa menghadirkan inovasi pembelajaran IPS di sekolah
SDN Dukuh Menanggal 1/424 melalui pemanfaatan kegiatan pembelajaran berbasis
Project berupa pembuatan ecomap dan pemanfaatan platfrom wayground. Inovasi
ini dirancang untuk membangun pemahaman
peta Indonesia siswa terkait
materi tempat tinggalku secara lebih kontekstual dan interaktif. Dengan
memanfaatkan barang bekas dan
teknologi digital, pembelajaran IPS diharapkan tidak berfokus pada hafalan, tetapi juga mendorong pemahaman
spasial, keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa sejak bangku
sekolah dasar.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari desain
pembelajaran yang telah dirancang
oleh mahasiswa berdasarkan tugas mata kuliah inovasi pembelajaran IPS SD.
Sebelum adanya kegiatan ini, mahasiswa menganalisis kebutuhan, kendala dan
masalah yang ada di sekolah dasar untuk ditemukannya solusi dari permasalahan
dalam pembelajaran IPS yang ada di sekolah dasar tersebut.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan sesi pembukaan dan
penyampaian materi oleh mahasiswa PGSD. Pada tahap ini siswa dikenalkan dengan
peta Indonesia sebagai bentuk pemahaman awal terkait materi tempat tinggalku.
Pemanfaatan media visual memunculkan interaksi antara video, guru dan siswa.
Penyampaian materi secara komunikatif berupa
diagnosa awal melalui platform wayground menarik minat dan motivasi siswa.
“Yah! Salah. Seharusnya tadi yang segitiga itu menunjukkan gunung kalau dalam
peta.” Ujar salah satu siswa.
Suasana kelas terlihat dari siswa antusias dalam
pengerjaannya. Dari adanya aktivitas menggunakan platform waygound siswa
mendapatkan penjelasan dari mahasiswa terkait hal yang masih belum dipahami.
Kemudian, siswa dalam beraktivitas inti kegiatan dengan
menyiapkan alat dan bahan sebagai aktivitas Project Based Learning
(PjBL). Siswa dengan bantuan mahasiswa
mulai beraktivitas membuat
ecomap berupa 5 pulau besar yang ada di Indonesia yang dilakukan dalam 5
kelompok. Setiap kelompok siswa mengerjakan 1 pulau yang kemudian hasilnya
dipresentasikan di depan kelas. Melalui kegiatan ini, siswa belajar terkait
konsep peta dan wilayah dengan memanfaatkan karya proyek yang telah mereka
buat. Setiap kelompok
siswa berkolaborasi dalam mengasah kreativitas dalam proyek pembuatan
ecomap agar apa yang dihasilkan menjadi bagus baik dari pewarnaan dan bentuk
pulau yang sesuai dengan peta. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pengalaman
nyata siswa dalam pemanfaatan barang bekas sebagai aktivitas pembelajaran yang
menyenangkan.
Sebagai penutup, siswa mengerjakan soal evaluasi dan
refleksi. Didapatkan dari hasil pengerjaan evaluasi, 15 dari 20 siswa
mendapatkan nilai diatas 85. Hasil refleksi yang ada, 5 siswa menjelaskan pembelajaran ini
membuat diri mereka senang karena bisa memahami materi tidak dari buku tetapi
dari penjelasan teman-temannya, mereka juga mengungkapkan pembelajaran ini bisa
menunjukkan kreativitas mereka dalam menggambar dan memadukan warna dalam
pembuatan ecomap.
“kegiatan ini dapat membangun kolaborasi siswa dan
kreativitas siswa. Siswa juga menjadi lebih termotivasi ketika pembelajaran
yang ada relevan dengan pengalaman mereka.” ujar Manis, salah satu mahasiswa
PGSD UNESA.
“Dari kegiatan ini, mahasiswa jadi siap menjadi calon guru
SD yang profesional karena mampu beradaptasi dari tantangan dan kendala yang
terjadi di lapangan pada saat pembelajaran. Mahasiswa mampu mengambil keputusan
secara langsung ketika terjadi masalah pada saat pembelajaran.” ujar Dr. Putri
Rachmadyanti, Kaprodi PGSD UNESA
Melalui kegiatan ini, selain siswa mendapatkan pengalaman
nyata dalam pembelajaran berbasis proyek. Kegiatan ini juga menjadi ajang
menunjukkan kemampuan mahasiswa PGSD dalam merancang pembelajaran inovatif.
Selain itu, memperlihatkan professional melalui reflection-in-action mahasiswa
ketika menghadapi kendala dalam kelas. Pembelajaran
yang interaktif dan bermakna ini diharapkan dapat menjadi inspirasi banyak
orang dalam mengembangkan pembelajaran IPS di sekolah dasar yang berorientasi
pada kebutuhan nyata siswa.