Makin Dekat Bersama Buku Karena Saling Mendongeng
Kegiatan mendongeng berpasangan menjadi salah satu metode
yang terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi pada siswa di jenjang
dasar. Aktivitas ini melibatkan dua anak yang saling berbagi cerita secara
bergantian. Metode tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk melatih
kemampuan membaca dengan cara yang lebih menyenangkan. Anak-anak tampak lebih
antusias ketika berinteraksi langsung dengan teman sebaya saat bercerita.
Suasana belajar menjadi lebih hidup karena setiap siswa memiliki peran aktif dalam
kegiatan tersebut. Interaksi ini membantu memperkuat minat anak terhadap
kegiatan membaca. Kegiatan mendongeng berpasangan mulai banyak dipilih karena
memberikan hasil positif bagi perkembangan kemampuan berbahasa. Hal ini
memperlihatkan bahwa pendekatan yang kreatif mampu menarik perhatian anak dalam
belajar literasi.
Setiap pasangan siswa bekerja sama untuk memahami cerita
sebelum menyampaikannya kembali secara lisan. Proses ini melatih anak berpikir
lebih kritis dalam menangkap alur cerita. Selain itu, siswa juga belajar
memilih kata-kata yang tepat agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas.
Kegiatan tersebut membangun rasa percaya diri anak saat berbicara di depan
orang lain. Anak yang pada awalnya pemalu perlahan mulai berani karena didukung
oleh teman pasangannya. Teknik ini mengajarkan bahwa membaca bukan hanya tentang
memahami teks, tetapi juga mengolah dan menyampaikan kembali. Rutinitas
mendongeng yang dilakukan secara konsisten memperkuat daya ingat siswa. Semua
aspek tersebut berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca dan berbicara
anak.
Meningkatkan literasi dasar membutuhkan pendekatan yang
sesuai dengan cara belajar anak usia dini. Aktivitas mendongeng menjadi pilihan
karena menggabungkan unsur permainan dan pembelajaran. Anak dapat berimajinasi
sambil belajar memahami struktur cerita. Kerja sama berpasangan memberikan
kesempatan bagi siswa untuk saling membantu. Ketika satu anak kesulitan
memahami bagian tertentu, pasangannya dapat memberikan penjelasan sederhana.
Proses ini menciptakan rasa kebersamaan dalam belajar. Aktivitas demikian tidak
hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membangun keterampilan
sosial. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak lebih mudah terlibat secara
aktif dan konsisten dalam kegiatan literasi.
Kegiatan mendongeng berpasangan juga membantu melatih
kemampuan menyimak para siswa. Anak tidak hanya berbicara, tetapi juga belajar
mendengarkan cerita yang disampaikan oleh teman mereka. Proses ini mengajarkan
pentingnya memperhatikan dengan seksama. Selain itu, aktivitas ini menumbuhkan
rasa saling menghargai antarteman. Saat mendengarkan, anak menunggu giliran
dengan sabar tanpa menyela. Kebiasaan ini memperkuat kedisiplinan dan etika
percakapan dalam kehidupan sehari-hari. Mobilitas peran antara pembaca dan
pendongeng memberikan pengalaman yang seimbang. Dengan demikian, kegiatan ini
mampu memberikan dampak positif yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan
kemampuan membaca.
Antusiasme siswa terhadap kegiatan mendongeng berpasangan
menunjukkan bahwa metode ini efektif dan diminati. Aktivitas yang menarik
membuat anak lebih termotivasi untuk membaca secara mandiri. Manfaat yang
diperoleh tidak hanya terbatas pada kemampuan literasi, tetapi juga pada
perkembangan emosional dan sosial. Anak belajar membangun rasa percaya diri,
kerja sama, dan empati melalui interaksi dengan teman sebaya. Pola ini membuka
peluang bagi terciptanya kebiasaan membaca sejak dini. Dengan kegiatan yang rutin,
siswa dapat mengembangkan kemampuan berbahasa secara lebih optimal. Kegiatan
ini menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif mampu meningkatkan minat baca secara
signifikan. Pada akhirnya, mendongeng berpasangan memberikan pengalaman belajar
yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi siswa.
Penulis: Bintang Lasawfa Aurellya
Sumber: suara.com